TANGERANG — Jalan Cangkudu-Cisoka yang selama ini dikeluhkan warga karena rusak berat akhirnya masuk daftar prioritas perbaikan. Dari total panjang jalan sekitar 4 kilometer, ruas yang rusak parah mencapai 1.581 meter dan rekonstruksi difokuskan pada 1.380 meter di antaranya.
Proyek senilai Rp 12.117.354.000 ini mulai dikerjakan sejak akhir Juli 2026. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menargetkan pengerjaan tuntas dalam 150 hari kerja, atau rampung sekitar Desember tahun ini.
Konstruksi Beton Setebal 30 Sentimeter untuk Jalan Lebih Awet
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menjelaskan, pekerjaan rekonstruksi dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama membentang 691 meter, sedangkan segmen kedua sepanjang 689 meter.
Spesifikasi teknisnya menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan 30 sentimeter dan mutu beton Fs 45 MPa. Material ini dipilih agar jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat yang kerap melintas di kawasan industri tersebut.
Mengapa Sisa Jalan Rusak Baru Diperbaiki 2027?
Maesyal menyebut sisa ruas jalan rusak sekitar 201 meter belum bisa dikerjakan tahun ini. Perbaikannya baru dilakukan pada 2027, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Yang tersisa ini akan kita perbaiki lagi di tahun 2027 sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Maesyal saat meninjau pengerjaan, Senin (24/8/2026).
Target Pemkab Tangerang: 30 Kilometer Jalan Ditangani Sepanjang 2026
Rekonstruksi Jalan Cangkudu-Cisoka merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tangerang meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap. Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penanganan sejumlah ruas jalan dengan total panjang sekitar 30 kilometer.
“Ini akan terus kita lanjutkan, terutama untuk ruas-ruas yang masih tersisa, sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkap Maesyal.
Potensi Gangguan Lalu Lintas Selama Pengerjaan
Maesyal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna Jalan Cangkudu–Cisoka, atas potensi gangguan lalu lintas selama proses rekonstruksi berlangsung. “Mudah-mudahan selama 150 hari kerja ini bisa selesai,” tuturnya.
Rekonstruksi ini diharapkan meningkatkan kemantapan jalan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Konektivitas antarwilayah di Kabupaten Tangerang pun diharapkan semakin lancar setelah ruas ini selesai dibangun.