SERANG — Kepala Kanwil Kemenag Banten Amrullah mendorong seluruh jajarannya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum refleksi diri, bukan sekadar agenda tahunan. Hal ini ia sampaikan saat memberikan sambutan di hadapan para kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota serta perwakilan organisasi masyarakat Islam di Aula Kanwil Kemenag Banten, Senin (24/8).
“Maulid Nabi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Amrullah.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan hanya melalui lantunan salawat. Amrullah mengajak umat Islam untuk mempelajari sirah nabawiyah serta konsisten menjalankan sunnah dan menerapkan akhlak mulia di tengah masyarakat.
Pesan di Balik Tema "Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW"
Kegiatan yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW” ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting. Selain Amrullah, hadir pula Ketua Umum MUI Banten KH Bazari Syam, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten KH Bunyamin, dan Ketua Baznas Banten Wawan Wahyudin.
Anggota DPD RI Ade Yuliasih, Ketua LPTQ Banten Sholeh Hidayat, Ketua FKUB Banten Am Romly, serta perwakilan guru besar UIN Banten juga tampak hadir dalam acara tersebut. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menjaga kerukunan umat di Provinsi Banten.
Jaga Persaudaraan dan Kerukunan di Tengah Masyarakat
Amrullah menekankan bahwa keteladanan Nabi tidak hanya soal ibadah ritual, tetapi juga hubungan sosial. Ia meminta jajaran Kemenag Banten aktif menjaga persaudaraan, meningkatkan kepedulian, dan membangun kerukunan antarwarga.
“Peringatan Maulid Nabi jangan berhenti pada kegiatan seremonial. Mari kita jadikan momentum ini untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri agar semakin dekat dengan nilai-nilai yang telah dicontohkan Rasulullah SAW,” katanya.
Melalui peringatan ini, Kemenag Banten berharap nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat terus dihadirkan di tengah masyarakat.
Kiai Fudholi Ingatkan Bahaya Malas Salat Subuh Berjamaah
Dalam tausiyahnya, KH Ahmad Fudholi menyoroti persoalan kedisiplinan ibadah yang kerap diabaikan, khususnya salat Subuh. Ia mengingatkan umat Islam untuk segera bergegas ke masjid begitu azan Subuh berkumandang.
“Ketika azan Subuh berkumandang, seharusnya kita segera bangun dan bergegas ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Jangan sampai kita kalah oleh rasa malas dan godaan yang membuat kita meninggalkan salat berjamaah,” ujar KH Ahmad Fudholi.
Ia mengajak seluruh umat menjadikan ajaran dan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki perilaku sehari-hari.