SERANG — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Untirta menyasar ibu rumah tangga di RT 10/RW 03, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (22/8/2026) ini berfokus pada pengelolaan usaha rumah tangga berbasis produk lokal, bukan sekadar pelatihan produksi.
Tim dosen yang diketuai Ulfa Nurrofingah itu menjadikan keju susu kerbau Banten dengan tambahan royal jelly madu Baduy sebagai contoh produk unggulan. Peserta diajak memahami seluruh rantai usaha, mulai dari perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, hingga strategi menjangkau konsumen melalui platform digital.
Manajemen Usaha Jadi Kunci Keberlanjutan
Ulfa menegaskan bahwa kemampuan menghasilkan produk saja tidak cukup untuk mendongkrak perekonomian keluarga. Menurutnya, keterampilan mengelola usaha secara menyeluruh justru menjadi penentu apakah sebuah produk rumahan bisa bertahan dan berkembang.
“Oleh karena itu, pelatihan manajemen usaha, perhitungan biaya, penentuan harga, dan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam kegiatan pengabdian ini,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu (26/8/2026).
Ia berharap para peserta tidak hanya berhenti pada tahap bisa membuat produk, tetapi juga mampu menghitung modal, menentukan harga yang menguntungkan, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar.
Mahasiswa Ikut Terjun Mendampingi Warga
Pelatihan ini melibatkan empat mahasiswa Prodi Peternakan Untirta, yakni Daffa Pradita Ardhi, Indah Nur Zakiyah, Muhammad Izharudin, dan Faizin Habibi. Mereka mendampingi ibu-ibu secara langsung dalam praktik penyusunan rencana usaha sederhana.
Tim pengabdian juga terdiri dari dosen Magfira, Raiza Tri Pangesti, dan Kania Asri Liany. Kegiatan ini didanai melalui dana internal Fakultas Pertanian Untirta sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Prinsip Inklusivitas Diterapkan dalam Program
Program ini mengusung prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Pendekatan tersebut memastikan akses terhadap pengetahuan, sumber daya, dan peluang ekonomi terbuka setara bagi seluruh warga, tanpa memandang gender maupun latar belakang.
Dengan kombinasi pelatihan teknis dan pendampingan manajemen, Untirta berharap ibu rumah tangga di Pageragung bisa membangun usaha mandiri atau berkelompok. Digitalisasi pemasaran menjadi jembatan agar produk lokal seperti keju susu kerbau tidak hanya dikenal di lingkup kampung, tetapi juga menembus pasar yang lebih luas.