PANDEGLANG — Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memastikan kesiapan mitigasi bencana menghadapi potensi erupsi Gunung Anak Krakatau. Peninjauan dilakukan di Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9).
Dalam kunjungan itu, Dewi menegaskan bahwa Tim Gerak Cepat (TRC) Kabupaten dan Kecamatan bersama BPBD telah disiagakan. "Kami sudah menyiapkan mitigasi risiko bencana dengan leading sector BPBD dan dinas terkait yang tergabung dalam Tim Gerak Cepat (TRC) Kabupaten dan Kecamatan," ujarnya.
Status Terkini: Aktivitas Menurun tapi Kewaspadaan Tidak Boleh Turun
Berdasarkan informasi petugas di lapangan, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini mengalami penurunan. Namun, Bupati meminta masyarakat tidak lengah dan terus mengikuti arahan dari pemerintah maupun sumber resmi lainnya.
"Tetap selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi yang terjadi dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Dewi dalam keterangannya, Minggu.
Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Dewi mengingatkan warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Imbauan ini menyusul potensi paparan abu vulkanik yang bisa mengganggu kesehatan.
Jika terpaksa keluar rumah, warga diminta menggunakan masker. "Jika terjadi sesuatu hal, nauzubillahiminzalik, masyarakat sudah tahu ke mana harus dievakuasi. Tempatnya di mana, logistiknya seperti apa dan lain sebagainya," jelasnya.
Puskesmas Siaga Layani Gangguan Kesehatan Akibat Abu Vulkanik
Bupati juga meminta warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat abu vulkanik segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi dini dampak erupsi terhadap warga.
Pemkab Pandeglang memastikan layanan kesehatan tetap beroperasi normal di tengah peningkatan aktivitas gunung yang masuk dalam status waspada tersebut.