BANTEN — Sepanjang periode 7-11 September 2026, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona negatif. Indeks melemah dalam empat hari dari lima hari perdagangan, dengan hanya satu hari menguat.
Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyebut rata-rata volume transaksi harian turun 26,34 persen dari 48,99 miliar menjadi 36,09 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga menyusut 14,88 persen dari Rp19,22 triliun menjadi Rp16,36 triliun.
Frekuensi transaksi harian ikut menurun 7,07 persen dari 2,39 juta kali menjadi 2,22 juta kali. "Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp690,19 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,415 triliun," kata Elsierra dalam keterangan resmi.
Dua Sentimen yang Menahan IHSG Pekan Ini
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG berpotensi technical rebound pada Senin (14/9), dengan rentang support 6.478 dan resistance 6.600. Dua sentimen utama membayangi pergerakan indeks.
Pertama, peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September 2026 meningkat menjadi 87 persen, setelah data inflasi AS Agustus 2026 belum menunjukkan relaksasi. "Hal ini akan cenderung direspons negatif oleh pasar," ujar Oktavianus.
Kedua, pasar mencermati koreksi harga minyak mentah di tengah rencana pertemuan Iran dengan negara-negara Teluk di Oman. Pertemuan itu membahas pengaturan sementara pengiriman melalui Selat Hormuz. Meski sudah terkoreksi, harga minyak masih tergolong tinggi dan berpotensi menekan inflasi jika bertahan lama.
ISAT dan BULL Jadi Pilihan Kiwoom Sekuritas
Dari analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan dua saham untuk dikoleksi pekan ini. ISAT ditutup menguat 1,25 persen ke posisi 2.430 pekan lalu, dengan proyeksi menyentuh level 2.720.
BULL ditutup menguat 1,42 persen ke posisi 429, dengan proyeksi ke level 478. Keduanya bergerak berlawanan arah dengan indeks secara keseluruhan.
FOMC dan Rupiah Jadi Fokus MNC Sekuritas
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG menguat terbatas pekan ini, dengan support 6.440 dan resistance 6.623. Investor akan mencermati hasil pertemuan FOMC soal arah suku bunga The Fed.
Sikap bank sentral AS diperkirakan masih hawkish setelah kenaikan harga energi serta rilis data Producer Price Index dan Consumer Price Index. "Untuk sepekan ke depan, IHSG berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas," kata Herditya.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan arus dana asing atau foreign flow di pasar saham Indonesia juga menjadi faktor penentu arah indeks.
Tiga Saham Rekomendasi MNC Sekuritas
Herditya menyodorkan tiga emiten untuk dicermati. Masing-masing ditutup di level tertentu pekan lalu dengan target proyeksi berbeda.
- ADMR ditutup di level 1.600, diproyeksikan menyentuh 1.765 pekan ini.
- INET ditutup di level 344, diproyeksikan menyentuh 400.
- NCKL ditutup di level 940, diproyeksikan menyentuh 1.060.
Rekomendasi ini bersifat teknikal dan bergantung pada pergerakan indeks serta sentimen global yang bisa berubah cepat. Investor tetap perlu mencermati perkembangan FOMC dan harga minyak sebelum mengambil posisi.
Investasi mengandung risiko.