BANTEN — Tottenham Hotspur mencatat rekor kelam dengan gagal mencetak gol di empat pertandingan pembuka Premier League untuk pertama kalinya. Dua dekade telah berlalu sejak terakhir kali mereka puasa gol dalam empat laga beruntun di liga. Masalahnya bukan sekadar ketajaman, melainkan perombakan skuad yang terlalu masif dan badai cedera yang menghantam sejak pramusim.
Kegagalan Tottenham mencetak gol di empat laga awal Premier League 2026-27 menjadi sorotan utama. Hasil imbang tanpa gol melawan Everton di laga terakhir menegaskan masalah yang lebih dalam dari sekadar finishing. Roberto De Zerbi masih mencari komposisi ideal di tengah pusaran perubahan pemain yang terjadi hampir setiap pekan.
Hanya Empat Pemain Bertahan dari Musim Lalu
Dari skuad musim lalu, hanya empat pemain yang mencatat menit bermain setidaknya setengah dari total menit liga yang masih tampil di musim 2026-27. Salah satunya Richarlison, yang justru telah dicoret dari skuad Premier League. Kontribusi 15 gol dan assist pemain Brasil itu musim lalu setidaknya dua kali lipat lebih banyak dari pemain Tottenham lainnya.
Richarlison juga menjadi pemain dengan masa bakti terpanjang keempat di klub. Ben Davies, Brandon Austin, dan Rodrigo Bentancur berada di atasnya, dan hanya Bentancur yang kemungkinan bermain reguler. Sebelas pemain yang menjadi starter saat imbang melawan Everton rata-rata baru 1,3 tahun memperkuat klub.
De Zerbi Lakukan 12 Perubahan Starting XI
Sejak laga pertama, De Zerbi telah melakukan 12 perubahan susunan starter di liga, terbanyak dari manajer mana pun di divisi ini. Dengan rata-rata empat perubahan per pertandingan, tim ini berubah lebih sering dibanding musim 2025-26 yang hanya 2,8 perubahan per laga, saat klub melalui tiga manajer berbeda.
“Micky van de Ven mengalami cedera di Australia,” kata De Zerbi. “Domi Solanke sama. James Maddison sama. Mateus Fernandes mengalami cedera di Australia. Dia kehilangan 15 hari dan itu tidak cepat pulih.”
Jadwal Pramusim ke Asia Diduga Berdampak
Tottenham menjadi satu-satunya klub yang juga terbang ke Asia pada musim panas sebelumnya. Menurut data Premier Injuries, Spurs memimpin Premier League untuk hari-hari hilang akibat cedera di musim 2025-26 dengan 1.560 hari. Newcastle (1.271), Arsenal (1.115), dan Liverpool (967) juga masuk tujuh besar, dan keempat klub tersebut pergi ke Asia pada musim panas 2025.
Tingginya angka cedera mungkin kebetulan, tetapi wajar mempertanyakan apakah perjalanan pramusim panjang ke belahan dunia lain tepat untuk Tottenham.
Statistik: 46 Dribel Sukses, tapi Minim Peluang
Total 46 take-on sukses yang dicatat Tottenham memimpin Premier League. Namun hanya lima dari dribel sukses itu yang berujung peluang atau tembakan. Manchester United mencatat 17 take-on lebih sedikit, tetapi menghasilkan hampir dua kali lipat peluang atau tembakan (sembilan).
Hal serupa terjadi pada high turnover, yakni momen bola direbut dalam radius 40 meter dari gawang lawan. Spurs mencatat terbanyak keempat di 2026-27 (34), tetapi hanya Coventry (satu) yang lebih sedikit mengakhiri momen itu dengan tembakan (dua). Tottenham menghasilkan upaya gol dari 5,9% high turnover mereka, sementara rata-rata liga 19,9%.
Sentuhan di Kotak Penalti Terlalu Lama
Total 119 sentuhan di kotak penalti lawan, hanya selisih satu dari Arsenal, terlihat cukup baik. Namun mereka membutuhkan 3,97 sentuhan per tembakan di kotak penalti, 0,47 lebih banyak dari tim mana pun dan 1,15 di atas rata-rata. Segalanya memakan waktu terlalu lama.
Dari sisi komposisi skuad, bek kiri berusia 32 tahun Andy Robertson menjadi rekrutan musim panas teratas dengan 12 gol sepanjang karier Premier League. Solanke, yang menjadi transfer termahal kedua di Eropa pada musim panas 2024, masih lebih banyak mencetak gol di Championship (44) dibanding Premier League (41).
“Kami harus menembak lebih banyak, menembak lebih baik, dan menyelesaikan peluang jelas dengan lebih baik,” ujar De Zerbi setelah kekalahan di Piala Carabao di Anfield.