BANTEN — Netflix memulai pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan atau 6% dari total tenaga kerja globalnya, pemangkasan terbesar dalam empat tahun terakhir. Langkah ini diumumkan langsung oleh Co-CEO Ted Sarandos dan Greg Peters melalui memo internal kepada seluruh staf. Keputusan tersebut muncul di tengah tekanan pertumbuhan bisnis dan persaingan streaming yang makin ketat.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Co-CEO Ted Sarandos dan Greg Peters lewat memo internal kepada karyawan. Manajemen menyebut prosesnya akan berbeda di tiap negara, dengan para pemimpin tim dijadwalkan menghubungi karyawan terdampak dalam waktu dekat.
Isi Memo Pimpinan Netflix
Dalam memo tersebut, Sarandos dan Peters mengakui keputusan ini berat. Mereka menegaskan prioritas utama perusahaan saat ini adalah mendukung karyawan yang harus meninggalkan Netflix.
"Decisions like these are never easy, and we don't take them lightly. Our top priority today is to support those who are leaving Netflix," tulis kedua CEO dalam memo itu.
Mereka juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi para karyawan yang terdampak. "What you've built, and the care you brought to Netflix, have made a lasting difference and we will always be grateful."
Bagi karyawan yang tetap bertahan, manajemen meminta mereka memahami bahwa langkah ini bagian dari upaya menjaga disiplin dalam memprioritaskan sumber daya. Perusahaan menegaskan bisnisnya masih kuat dan tetap berada di jalur target sepanjang tahun.
Pemicu di Balik Pemangkasan
Tekanan datang dari beberapa arah. Harga saham Netflix tercatat turun lebih dari 40% dalam setahun terakhir seiring Wall Street makin mencermati tingkat keterlibatan penonton, yang hanya naik 2% pada paruh pertama tahun ini.
Upaya perusahaan mengakuisisi aset studio dan streaming Warner Bros. juga dinilai pasar sebagai sinyal bahwa Netflix butuh kesepakatan besar untuk terus tumbuh. Manajemen membantah tafsir tersebut.
Sarandos sempat menyinggung soal pertumbuhan pada sebuah konferensi Bloomberg awal bulan ini. "Overall, we're not growing as fast as I want us to, and we're working on making that move faster," ujarnya.
Kekeringan Serial Terobosan
Netflix tengah melalui salah satu periode terpanjang tanpa serial terobosan yang menyita perhatian publik seperti Stranger Things, Squid Game, Bridgerton, The Queen's Gambit, Wednesday, Baby Reindeer, hingga Adolescence.
Minat terhadap serial yang sudah berjalan pun menunjukkan tanda penurunan. Banyak judul yang kembali tayang mencatat penurunan jumlah penonton dari musim ke musim.
Di ajang Emmy, Netflix juga baru saja menempati posisi ketiga di bawah Apple TV dan HBO, hasil yang tergolong jarang bagi raksasa streaming tersebut.
Strategi Baru yang Dikejar
Perusahaan mulai mengalihkan strategi dengan lebih agresif masuk ke konten acara langsung, termasuk olahraga, podcast, dan konten buatan kreator. Langkah ini dipandang sebagai upaya mencari sumber pertumbuhan baru di tengah pasar yang makin padat.
Sebelumnya, Netflix tidak melakukan pemangkasan besar sejak pengurangan karyawan besar-besaran pada 2022. Pemotongan di divisi produk pada Februari lalu yang menyasar puluhan karyawan menjadi salah satu yang paling menonjol sebelum gelombang kali ini.
Bagi industri streaming global, langkah Netflix ini menegaskan bahwa era pertumbuhan tanpa batas sudah berganti dengan fase efisiensi. Pemain lain di pasar Indonesia maupun Asia Tenggara kemungkinan mengamati dampaknya terhadap harga langganan dan produksi konten lokal.