BANTEN — Berlliana Lovell mengaku terguncang setelah diduga mengalami pelecehan verbal saat sesi live streaming bersama akun yang tidak dikenalnya. Perempuan yang akrab disapa Belly itu mengatakan tangannya gemetar ketika ucapan tak nyaman itu masuk ke siarannya, dan ia menilai dampaknya jauh lebih berat daripada hujatan yang biasa ia terima di media sosial. Kejadian tersebut ia ceritakan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Berlliana baru beberapa minggu mencoba live streaming sebagai cara berinteraksi dengan para pengikutnya. Selama ini sesi itu berjalan seru, termasuk dua ajakan live bareng sebelumnya. Pada kesempatan ketiga, ia menerima ajakan dari akun acak yang tidak dikenalnya dan menjalani siaran dengan pendampingan manajernya, Nanda Persada.
Momen Saat Ucapan Tak Nyaman Masuk ke Siaran
Situasi berubah ketika lawan bicaranya melontarkan ucapan yang membuat Berlliana tidak nyaman. Ia sempat bingung memahami maksud kalimat itu dan ingin mengeluarkan akun tersebut dari siaran, tetapi tidak tahu caranya.
Menurut Berlliana, tubuhnya mulai bereaksi setelah akun itu menyinggung soal olahraga tinju. Dia mengaku kehilangan kendali atas situasi yang berjalan di depan matanya sendiri.
"Wah, dari situ aku sudah enggak tahu. Udah tangan aku tuh sudah getar banget gitu," ungkap Berlliana Lovell.
Beda dari Hujatan yang Biasa Diterima
Berlliana bukan pendatang baru soal komentar negatif. Sejak 2019, ia mengaku kerap menerima hujatan di media sosial dan masih bisa memilih untuk membacanya atau mengabaikan begitu saja.
Yang membuat kali ini berbeda adalah ucapannya diterima langsung saat siaran berlangsung, bukan lewat kolom komentar yang bisa ia tutup. Berlliana menyebut perbedaan itulah yang membuat dampaknya jauh lebih berat, dan ia tak ragu mengakui kondisi mentalnya terpengaruh.
"Nah, kalau ini tuh kayak kayak secara langsung gitu loh, jadi rasanya itu benar-benar beda banget. Dan mental sih, jujur," tutur Berlliana Lovell.
Kondisi Berlliana Versi Manajer
Nanda Persada menyebut kliennya berusaha menahan emosi saat kejadian dan nyaris menangis. Menurut dia, Berlliana tidak memahami arah pembicaraan karena belum menguasai fitur-fitur live streaming.
"Dan klien kami ini, Berli kemarin memang syok, karena dia ini sebenarnya dia tidak terlalu paham fitur-fitur yang ada di live streaming itu," ungkap Nanda Persada.
Berlliana berencana menyerahkan rekaman utuh dari awal hingga akhir siaran sebagai bukti. Ia juga menegaskan tidak pernah berniat menghina fisik lawan bicaranya dalam sesi live tersebut.
Yang Ditunggu Selanjutnya
Rekaman siaran itu disebut bakal jadi pegangan utama jika kasus ini berlanjut ke ranah hukum atau pelaporan ke platform. Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal langkah hukum yang akan diambil Berlliana maupun pihak manajemen.
Bagi kreator yang baru masuk ke format live streaming, kasus ini jadi pengingat soal pentingnya menguasai fitur moderasi seperti mengeluarkan akun dari siaran. Interaksi langsung memang mendekatkan dengan penggemar, tapi risikonya juga datang tanpa filter.