Pencarian

Eneng Muslihah Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Banten, Perempuan Kelahiran Labuan Pandeglang

Kamis, 15 Oktober 2026 • 12:17:31 WIB
Eneng Muslihah Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Banten, Perempuan Kelahiran Labuan Pandeglang
Guru besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Eneng Muslihah, dikukuhkan dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 kampus tersebut.

SERANG — Eneng Muslihah menjalani perjalanan lebih dari tiga dekade di dunia pendidikan sebelum akhirnya menyandang gelar guru besar. Pengukuhan berlangsung dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia menyampaikan pidato berjudul Responsive-Prophetic Leadership Model: Model Kepemimpinan Alternatif Pendidikan Islam Era 4.0 dan Setelahnya.

Eneng lahir di Labuan, Pandeglang, pada 1968, ketika Banten masih menjadi bagian Provinsi Jawa Barat. Ia putri pasangan H. Muhyi Dulgani (alm.) dan Hj. Siti Hindun. Nilai keagamaan, pendidikan, dan pengabdian dikenalnya pertama kali dari lingkungan keluarga.

Siapa Eneng Muslihah dan dari Mana Latar Pendidikannya?

Sejak kecil, Eneng menimba dasar ilmu agama dari keluarga dan lingkungan Pondok Pesantren An-Nizhomiyyah Jaha, Labuan. Pendidikan formalnya dimulai di SDN 3 Labuan dan selesai pada 1982, lalu lanjut ke SMPN 1 Labuan, Pandeglang, hingga lulus 1985.

Selepas SMP, ia memperdalam wawasan keagamaan sebagai santriwati di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, yang diasuh KH Ilyas Rukhiyat dan Hj. Dedeh Fuadah Ilyas. Sambil menimba ilmu di pesantren, ia menempuh pendidikan di SMA Islam Cipasung pada 1985–1988.

Semangat belajarnya berlanjut ke perguruan tinggi. Pada tahun akademik 1990/1991, ia mulai menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Cipasung.

Dari Staf Administrasi Golongan II/a hingga Dosen Lektor Kepala

Pengabdiannya sebagai aparatur negara dimulai pada 1991. Eneng diangkat sebagai pegawai negeri sipil di Fakultas Syariah IAIN Sunan Gunung Djati di Serang, dengan tugas sebagai staf administrasi umum golongan II/a atau Pengatur Muda.

Di tengah tugas kedinasan, ia tetap menyelesaikan pendidikan sarjananya. Pada 1993, ia meraih gelar sarjana melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Mansur (STAISMAN) Pandeglang.

Pada 1996, statusnya beralih menjadi tenaga pendidik atau dosen dengan golongan III/a, Penata Muda, dan jabatan akademik Asisten Ahli. Sejak titik itu, karier akademiknya berkembang bertahap hingga mencapai Lektor Kepala pada 2007.

Meraih Gelar Doktor di Bandung dan Ph.D. di Malaysia

Keinginan terus belajar membawanya ke jenjang magister. Pada 2000, Eneng menyelesaikan pendidikan di Program Pascasarjana STIE IPWIJA Jakarta, yang kini bernama Universitas IPWIJA, dengan gelar Magister Manajemen konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang doktoral di dua perguruan tinggi, dalam dan luar negeri. Pada 2010, ia memperoleh gelar doktor bidang Ilmu Pendidikan dari Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung.

Setahun berikutnya, pada 2011, ia meraih gelar Ph.D. dalam bidang Education Management, Planning and Policy dari University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Rumah Tangga Dua Profesor di UIN Banten

Pada usia 27 tahun, Eneng menikah dengan Ilzamudin Ma’mur, pria asal Majenang, Cilacap. Ilzamudin meraih gelar profesor pada 2009 dan kini mengabdi di Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, melanjutkan perjalanan akademik yang dirintis sejak 1990.

Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai tiga anak dan dua cucu. Pasangan ini membangun keluarga sekaligus menjalani pengabdian di dunia pendidikan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Perjalanan pendidikan Eneng memperlihatkan konsistensi menuntut ilmu di sela tugas kedinasan. Baginya, pendidikan bukan titik akhir, melainkan proses berkelanjutan untuk memperluas wawasan dan memperkuat pengabdian.

Pengukuhan guru besar itu menutup rangkaian panjang yang dimulai dari bangku SDN 3 Labuan, pesantren di Tasikmalaya, hingga ruang doktoral di Bandung dan Kuala Lumpur.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks