BANTEN — Gareth Southgate menutup pintu untuk kembali menangani klub Premier League setelah mengaku berhenti menikmati kemenangan bersama Timnas Inggris. Pria 56 tahun itu bahkan belum kembali ke stadion sejak menonton Crystal Palace juara Piala FA tahun lalu.
Southgate menyampaikan pernyataan itu dalam podcast Amol Rajan Connection. Ia menegaskan tak melihat skenario apa pun yang membawanya kembali ke kursi pelatih klub di kasta tertinggi Liga Inggris.
Kemenangan Inggris Berhenti Jadi Sumber Kebahagiaan
Selama hampir delapan tahun menangani Inggris, Southgate membawa Timnas Tiga Singa ke dua final Euro. Namun menjelang akhir masa jabatannya, ia mengaku kemenangan tak lagi memberi kepuasan berarti.
"Menjelang akhir masa saya bersama Inggris, saya berhenti menikmati... setidaknya untuk satu periode, kemenangan membuat Anda bertahan. Pada akhirnya, saya bahkan tidak menikmati kemenangan lebih dari beberapa menit," ujarnya.
Pengakuan itu muncul setelah Southgate mundur dari jabatan manajer Inggris menyusul kekalahan dari Spanyol di final Euro 2024. Sejak saat itu, ia menjauh dari sepak bola kompetitif.
Stadion Terakhir: Final Piala FA 2025
Southgate menyebut laga terakhir yang ia tonton langsung adalah final Piala FA tahun lalu. Ketika itu, klub masa kecilnya, Crystal Palace, mengalahkan Manchester City dan meraih trofi pertama mereka.
"Saya pergi ke final Piala FA untuk melihat tim saya, Crystal Palace, menang trofi pertama. Saya belum kembali ke stadion sepak bola sejak itu. Jadi hasrat saya terlibat dalam sepak bola sudah berubah," katanya.
Pilihan Karier Klub Cuma Middlesbrough
Satu-satunya pengalaman Southgate menangani klub terjadi di Middlesbrough. Ia menggantikan Steve McClaren pada 2006 dan bertahan hampir tiga setengah tahun.
Namun ia gagal menjaga Middlesbrough bertahan di Premier League pada 2009. Pengalaman pahit itu disebutnya cukup menjadi alasan untuk tidak mengulanginya.
"Saya tidak melihat skenario di mana saya melakukan itu," tegas Southgate soal kemungkinan kembali menangani klub Premier League.
18 Bulan Terakhir Diisi Pengalaman Baru
Setelah meninggalkan kursi pelatih Inggris, Southgate menjajal sejumlah proyek di luar lapangan. Ia meluncurkan podcast dan memandu dokumenter BBC tentang tantangan yang dihadapi anak muda dan remaja lelaki di Inggris.
"Saya menyukai 18 bulan terakhir hidup saya. Saya punya 37 tahun di mana rasa diri saya bergantung pada menang atau kalah di hari Sabtu. Dan sebenarnya saya menyukai pengalaman yang berbeda," tuturnya.
Southgate mengaku sudah bertemu banyak politikus dan orang dari industri media. Ia juga belajar soal kepemimpinan di berbagai bidang serta berkeliling dunia mempelajari hal baru.
"Saya hanya menikmati memainkan film yang berbeda dalam hidup saya," pungkasnya.