Build a Rocket Boy Pangkas 170 Karyawan Lagi demi Target Efisiensi

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 10:08:01 WIB
Build a Rocket Boy memangkas 170 karyawan dalam upaya efisiensi operasional.

Build a Rocket Boy kembali melakukan pemangkasan staf besar-besaran yang berdampak pada sekitar 170 karyawan di tengah performa buruk gim MindsEye. Langkah drastis ini merupakan bagian dari ambisi manajemen untuk menyisakan hanya 100 personel dari total 800 orang pada masa puncaknya. Krisis ini mempertegas masa depan suram studio tersebut setelah serangkaian kegagalan produk di pasar global.

Kabar mengenai gelombang pemangkasan terbaru ini mencuat melalui laporan pengembang di LinkedIn dan kanal Discord resmi MindsEye. Setidaknya tiga anggota tim komunitas mengonfirmasi bahwa mereka telah dilepas oleh perusahaan. Meski belum ada pernyataan formal dari manajemen, sumber internal menyebut angka pengurangan mencapai 170 orang.

Target Efisiensi yang Sangat Drastis

Langkah ini sejalan dengan strategi yang pernah diungkapkan oleh co-CEO Mark Gerhard. Dalam sebuah wawancara pada Maret tahun ini, Gerhard menyatakan bahwa perusahaan berniat merampingkan organisasi hingga hanya menyisakan sekitar 100 karyawan. Saat itu, jumlah staf dilaporkan masih berada di angka 240 orang.

Penurunan jumlah personel ini tergolong sangat masif jika melihat sejarah studio. Build a Rocket Boy pernah memiliki lebih dari 800 karyawan saat berada di puncak operasionalnya. Namun, ambisi besar tersebut kini harus berhadapan dengan realitas pasar yang tidak menyambut produk mereka dengan baik.

Kegagalan Konten Blacklisted dan Platform Arcadia

Kondisi finansial studio semakin tertekan karena MindsEye gagal mendapatkan traksi yang diharapkan. Pembaruan besar bertajuk Blacklisted yang baru saja dirilis pekan lalu justru menuai kritik tajam karena dianggap membosankan dan kurang memiliki daya tarik. Alih-alih menjadi titik balik, konten tambahan ini justru mempercepat penurunan minat pemain.

Data dari platform Steam menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan gim ini secara daring. Jumlah pemain aktif secara bersamaan (concurrent players) tercatat hanya menyentuh angka 11 orang. Statistik ini menunjukkan bahwa platform Arcadia yang dirancang untuk konten buatan pengguna (UGC) tidak memiliki basis pengguna yang cukup untuk bertahan hidup.

Jejak Pengurangan Karyawan yang Berulang

Ini bukan pertama kalinya Build a Rocket Boy melakukan pengurangan staf dalam skala besar. Gelombang pertama terjadi hanya beberapa hari setelah peluncuran perdana MindsEye pada Juni 2025. Kemudian, putaran kedua menyusul pada Maret tahun ini sebelum akhirnya gelombang terbaru kembali menghantam studio.

  • Juni 2025: Pemangkasan pertama pasca-peluncuran perdana MindsEye.
  • Maret: Pengurangan staf kedua saat jumlah karyawan tersisa 240 orang.
  • Terbaru: Laporan pemangkasan 170 orang yang menyasar tim komunitas dan pengembang.

Pesan perpisahan yang dibagikan oleh staf di Discord menunjukkan adanya kekecewaan mendalam di balik proses restrukturisasi ini. Meskipun komunitas yang terbentuk tidak besar, interaksi antara pengembang dan pemain memperlihatkan adanya ikatan emosional yang kini terputus akibat keputusan manajemen. Hingga saat ini, masa depan sisa staf yang bertahan masih menjadi tanda tanya besar di industri gim.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Back to top