KOTA TANGERANG — Pemerintah Provinsi Banten melakukan penguatan karakter pendidikan melalui peluncuran Sekolah Adiwiyata dan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kebijakan ini menyasar jenjang SMA, SMK, SKh, hingga MA di seluruh wilayah Banten guna menciptakan ekosistem belajar yang bebas dari kekerasan.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Tanah Jawara harus berpijak pada lingkungan pendidikan yang sehat serta berwawasan lingkungan. Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremoni pembukaan kompetisi tahunan bagi para siswa.
“Hari ini kita tidak hanya membuka kompetisi pelajar, tetapi juga meluncurkan standar baru pendidikan di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni di hadapan ribuan pelajar yang memadati Stadion Benteng Reborn.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dengan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa rasa aman adalah fondasi utama bagi siswa untuk menggali potensi dan talenta mereka secara maksimal.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik. Budaya sekolah yang positif akan melahirkan generasi unggul dan talenta-talenta hebat,” kata Abdul Mu’ti.
Langkah Pemprov Banten ini dinilai sejalan dengan regulasi pusat, yakni Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026. Aturan tersebut mengatur secara spesifik mengenai pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Tangerang menyatakan kesiapannya mendukung penuh kebijakan sekolah aman tersebut. Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mencegah aksi perundungan atau bullying di sekolah.
“Pemkot Tangerang telah membentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta menghadirkan layanan digital Si Lacak Perak untuk memperkuat pemantauan dan penanganan cepat terhadap kasus kekerasan di sekolah,” tutur Sachrudin.
Ia menambahkan, kehadiran aplikasi Si Lacak Perak diharapkan mampu memangkas birokrasi pelaporan jika terjadi tindakan kekerasan. Sachrudin juga meminta para peserta lomba untuk memanfaatkan momentum Gebyar Talenta ini sebagai ruang pengembangan prestasi yang sportif.
Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 berlangsung meriah dengan prosesi defile kontingen dari delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Para pelajar menampilkan beragam seni budaya lokal yang merepresentasikan kekhasan daerah masing-masing di lintasan atletik stadion.
Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Maryono serta para kepala daerah dari seluruh wilayah Banten ini menjadi ajang unjuk gigi bagi ribuan talenta muda. Selain perlombaan bakat, integrasi program Sekolah Adiwiyata dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan pelajar Banten.