Bupati Lebak Targetkan Daerah Jadi Penopang Pangan Nasional, Panen Raya Golden Melon Cileles Capai 30 Ton

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 23:44:01 WIB
Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya hadiri panen raya golden melon di Kecamatan Cileles.

LEBAK — Panen raya golden melon Kelompok Tani Margawana Mulia di Kecamatan Cileles, Kamis (14/5/2026), menjadi bukti nyata pertanian modern di Kabupaten Lebak mulai berkembang. Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya yang hadir langsung dalam kegiatan itu menegaskan bahwa Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

"Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu swasembada pangan," ujar Hasbi dalam sambutannya.

Keberhasilan Petani Tembus Pasar Ritel Modern

Pembina Kelompok Tani Margawana Mulya, Agus R Wisas, menyebut budidaya melon premium di lahan empat hektare itu jauh lebih menguntungkan dibanding tanaman tahunan. "Kalau tanam kayu butuh tiga tahun, ini 65 hari sudah panen dan pembayarannya pun cash," katanya.

Harga golden melon di tingkat petani saat ini Rp20 ribu per kilogram, sementara di pasar ritel modern bisa mencapai Rp48 ribu per kilogram. Kelompok tani tersebut juga mulai mengembangkan budidaya cabai dengan total sekitar 8.000 batang yang diperkirakan mulai panen bulan depan.

Infrastruktur Jadi Prioritas demi Distribusi Hasil Pertanian

Hasbi menekankan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama Pemkab Lebak karena berkaitan langsung dengan distribusi hasil pertanian. "Rumah ibadahnya bagus, di depannya jalannya rusak sebagai akses, tidak ada artinya. Ada kebun kalau akses jalannya tidak baik," katanya.

Dalam RPJMD Kabupaten Lebak, pemerintah memfokuskan pembangunan pada empat sektor utama: infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan perkotaan. Hasbi juga menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian berkelanjutan agar tidak terus beralih fungsi.

Kadin Banten Siap Jadi Offtaker Hasil Petani Lokal

Ketua Kadin Banten Amal Jayabaya menyebut panen raya golden melon tersebut bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten. Pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerap hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik," ungkap Amal. Ia berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengembangkan pertanian produktif dan modern.

Tekanan Fiskal dan Tantangan Anggaran Daerah

Hasbi mengungkap kondisi fiskal Kabupaten Lebak yang tengah mengalami tekanan akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. "Tahun ini pemotongan TKD Kabupaten Lebak mencapai Rp118 miliar. Bahkan semalam masih ada defisit sekitar Rp120 miliar," ungkapnya.

Meski demikian, ia optimistis pembangunan daerah tetap berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan anggaran yang transparan. Hasbi juga mengingatkan seluruh pejabat daerah agar menjaga etika serta keterbukaan penggunaan anggaran negara di era digital.

"Sekarang era transparansi. Semua bisa diakses publik. Pemimpin harus amanah dan memikirkan kepentingan masyarakat," tuturnya.

Panen raya golden melon tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, ulama, kelompok tani hingga pelaku usaha pertanian di Kabupaten Lebak.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: aktual.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top