Realisasi PAD Banten Baru 20 Persen di April 2026, DPRD Desak Bapenda Gali Pajak Air Permukaan dan Alat Berat

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 12:50:07 WIB
Anggota DPRD Banten mendorong Bapenda menggali potensi Pajak Air Permukaan dan Alat Berat.

SERANG — Anggota DPRD Banten, Iip Makmur, mendorong Bapenda untuk lebih agresif menggali potensi pendapatan daerah di luar sektor kendaraan bermotor. Menurutnya, potensi dari Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Alat Berat (PAB) masih belum tergarap maksimal.

“Jangan sampai terbelenggu oleh pajak kendaraan bermotor saja. Saya berharap ke depan Bapenda jangan berkutat di situ, harus mencari sektor-sektor lain yang bisa menjadi PAD,” ujar Iip di gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (18/5/2026).

Anggaran Rp6,8 Triliun, Baru Tergapai Rp1,3 Triliun

Data yang diperoleh menunjukkan realisasi penerimaan pajak daerah hingga April 2026 masih rendah di semua sektor. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat baru Rp554,7 miliar dari target Rp2,3 triliun, sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) hanya mencapai Rp383,2 miliar dari target Rp1,7 triliun.

Politisi PKS itu menilai kinerja Bapenda masih kurang kreatif dan inovatif dalam menggali PAD. Ia menyebut potensi di Banten cukup besar untuk mendongkrak pendapatan, termasuk dari sektor pertambangan di Lebak Selatan.

Pajak Alat Berat Baru Terealisasi Rp261 Juta dari Target Rp2 Miliar

Sektor yang paling jomplang adalah Pajak Alat Berat (PAB) yang baru terealisasi Rp261 juta atau 13,05 persen dari target Rp2 miliar. Pajak Air Permukaan (PAP) juga masih jauh dari target, yakni baru Rp12,3 miliar dari target Rp45,2 miliar.

“Tentunya ini harus ada sinergi antara eksekutif dan legislatif didiskusikan secara maksimal, kira-kira apa yang bisa mendorong sektor lain menjadi PAD,” kata Iip.

Ia menambahkan, “Kita ingin Provinsi juga pro aktif dengan potensi-potensi yang ada terutama di Lebak Selatan ada tambang, mudah-mudahan nanti ada terobosan baru.”

Opsen Pajak MBLB Paling Rendah, Baru 6,56 Persen

Penerimaan dari opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) juga tercatat paling rendah, baru mencapai Rp5,1 miliar atau 6,56 persen dari target Rp78,6 miliar. Sementara Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tercatat Rp439,2 miliar atau 28,12 persen dari target Rp1,5 triliun.

Iip mendesak Bapenda untuk segera melakukan terobosan dan tidak hanya mengandalkan satu sektor saja. Ia berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat untuk mengejar target pendapatan yang tersisa di sisa tahun anggaran.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: titikkata.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top