SERANG — Grand final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (17/5/2026). Mengusung tema "Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan", festival ini mempertemukan peserta dari empat kategori: SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan umum.
Gubernur Banten Andra Soni yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa storytelling bukan sekadar hiburan. Menurutnya, metode ini mampu mendorong kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan imajinasi anak-anak secara bersamaan.
"Storytelling tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan imajinasi anak," ujar Andra Soni dalam sambutannya.
Empat Kategori Lomba dan Daftar Pemenang
Untuk kategori Benih Nusantara (SD/MI), juara pertama diraih Dira Maulida dari SDN 13 Kota Serang. Juara kedua dan ketiga masing-masing Akasha Aljazair Knizia dari SD Cikal Harapan BSD Kota Tangsel, serta Ameera Khanza Ghassani dari SDN Bojonegara 1 Kabupaten Serang.
Kategori Tunas Nusantara (SMP/MTs) dimenangkan Salsabila Nur Afiyah dari MTsN 1 Kota Tangsel. Disusul Mikaila Ladia Rumagit dari MTsN 1 Pandeglang di posisi kedua, dan Siti Rista Maulida dari SMPN 11 Kota Serang di posisi ketiga.
Sementara untuk kategori Kuntum Nusantara (SMA/MA), juara pertama Ridho Ardiansyah dari SMKN 6 Kota Tangsel. Posisi kedua Dhiya Rohadatul 'Aisy dari SMAN 11 Kota Tangsel, dan ketiga Kayla Rafa Nareswari dari SMAN 1 Kota Serang. Kategori Ranting Nusantara (umum) dimenangkan Dinda Eka Savitri, disusul Maya Meliasari dari Universitas Bina Bangsa, dan Refina dari Universitas Pamulang.
Digital Storytelling Dinilai Efektif untuk Pembelajaran
Andra Soni menambahkan bahwa metode storytelling, termasuk digital storytelling, dinilai efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kebiasaan mendongeng membuat pelajar lebih fokus dan memiliki daya ingat yang lebih baik terhadap materi.
"Storytelling menjadi media yang efektif untuk memperkuat literasi budaya, imajinasi, kreativitas, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sendiri," katanya.
Gubernur juga mengajak orang tua, sekolah, komunitas literasi, dan pelaku seni untuk bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan berbudaya. Menurutnya, festival ini juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan industri seni pertunjukan di daerah.
Cerita Rakyat Banten Sarat Nilai Moral
Provinsi Banten memiliki kekayaan cerita rakyat yang sarat nilai moral, religiusitas, kepahlawanan, dan semangat kebersamaan. "Melalui festival ini berbagai kisah Kebantenan dapat dihidupkan menjadi inspirasi dalam membangun karakter masyarakat yang berbudaya dan berdaya saing," ujar Andra Soni.
Ketua Pelaksana Festival Storytelling, Cahaya Manthovani, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah di Banten. Ia menjelaskan, festival ini pertama kali digelar di Jakarta pada 2025, kemudian dilanjutkan di Banten pada 2026, dan direncanakan berlangsung di Provinsi Jawa Barat pada 2027.
"Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten," ucap Cahaya.