JAKARTA — Tiga PTN besar di Indonesia, yaitu UI, ITB, dan ITS, masih memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2024 hingga 2026 untuk mengikuti seleksi jalur mandiri. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa yang tidak lolos SNBT atau SNBP, dengan sistem seleksi yang dikelola langsung oleh masing-masing universitas.
Universitas Indonesia membuka pendaftaran jalur mandiri melalui Seleksi Masuk UI (SIMAK) hingga 5 Juni 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman enrollment.ui.ac.id dengan biaya sebesar Rp 650 ribu per peserta.
Peserta dapat memilih program studi S1 maupun Vokasi. Salah satu syarat utama bagi pendaftar program S1 adalah wajib mengikuti UTBK 2026 dan mencantumkan nomor UTBK saat mendaftar. Terdapat juga persyaratan khusus bebas buta warna bagi pendaftar prodi tertentu seperti Kedokteran, Teknik, dan Farmasi.
Jadwal ujian SIMAK UI Reguler akan digelar pada 14 Juni 2026, dan hasil pengumuman dijadwalkan pada 1 Juli 2026.
Institut Teknologi Bandung tahun ini mengubah pola seleksi mandiri menjadi Seleksi Siswa Unggul ITB (SSU ITB). Biaya pendaftaran per akun adalah Rp 750 ribu. ITB membuka tiga jalur: SSU Nilai UTBK, SSU Talenta, dan SSU Tes.
Khusus untuk SSU Berbasis Tes, pendaftaran dibuka sejak 4 hingga 29 Mei 2026, dengan ujian AQ Test pada 3 Juni 2026. Sedangkan SSU Nilai UTBK dan SSU Talenta dibuka mulai 28 Mei hingga 5 Juni 2026. Seluruh hasil seleksi diumumkan pada 19 Juni 2026.
ITB menetapkan bahwa peserta belum boleh dinyatakan lulus pada seleksi SNBP tahun 2024, 2025, atau 2026. Selain itu, pendaftar pada seluruh program studi di Sekolah Farmasi wajib bebas buta warna total dan parsial.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember membuka Seleksi Mandiri ITS Academic and Competence Excellence (SMITS ACE). Biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu dilakukan melalui laman admission.its.ac.id.
Jalur ini terbagi menjadi dua: Seleksi Mandiri Kemitraan, khusus bagi putra/putri pegawai instansi mitra ITS, dan Seleksi Mandiri Umum untuk siswa umum. Syarat utama adalah tidak diterima di SNBP tahun 2024, 2025, atau 2026, serta wajib mengikuti tes SMITS yang dijadwalkan setelah pendaftaran.
Calon mahasiswa diimbau untuk memeriksa secara berkala laman resmi masing-masing PTN karena jadwal dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu.