TANGERANG SELATAN — Perhelatan Festival Shafara dan Digiwara 2026 yang berlangsung tiga hari di Kota Tangerang Selatan membukukan transaksi senilai Rp3,1 miliar. Angka itu diumumkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Sabtu (15/2/2026), sebagai indikator tingginya minat publik terhadap produk dan jasa keuangan syariah.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza Ma'ruf Moesa mengatakan, potensi ekonomi syariah di Banten masih besar. Pihaknya akan terus memperluas ekosistem syariah hingga ke pelosok daerah.
"Festival ini bertujuan untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah. Potensi ekonomi syariah di Provinsi Banten cukup besar," ujar Ameriza dalam keterangan resminya.
Selain pameran dan transaksi, BI Banten juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid. Sebuah pilot project tengah dijalankan di Masjid Raya Bintaro untuk mengoptimalkan wakaf produktif.
Program ini mencakup tiga pilar utama: dana bergulir atau revolving fund untuk UMKM, pendampingan usaha, dan penguatan edukasi. Ameriza menyebut sosialisasi dan edukasi masih menjadi pekerjaan rumah utama.
"Makanya acara ini untuk memperkuat aspek sosialisasi dan edukasi," tambahnya.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menilai festival ini menjadi momentum memperkenalkan wastra Banten. Ia berharap desainer muda tertarik menggunakan kain tradisional daerah.
"Jumlah dan variasi wastra Banten luar biasa. Kegiatan ini memantik desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten," kata Tinawati.
Ajang ini juga memunculkan bakat baru. Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK dimenangkan Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang. Juara kedua diraih Nur Anisa dari Jaya Buana, dan juara ketiga Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang.
Festival Shafara dan Digiwara 2026 melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, 35 UMKM, dan delapan brand kopi. Tak hanya itu, terdapat Jawara Mart—supermarket yang memasok produk dari 114 UMKM se-Banten.
BI Banten optimistis ekonomi dan keuangan syariah di provinsi ini bisa tumbuh lebih cepat jika sosialisasi terus digencarkan. Festival semacam ini diharapkan menjadi agenda rutin untuk memperkuat ekosistem sekaligus menjaring lebih banyak pelaku usaha.