Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.855 per Dolar AS Pagi Ini, Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57:01 WIB
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.855 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

JAKARTA — Mata uang Garuda kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan hari ini. Data Bloomberg pukul 09.00 WIB mencatat rupiah melemah 54 poin atau 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, mendekati level psikologis Rp17.900 per dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan sentimen global masih menjadi faktor dominan yang mendorong penguatan dolar AS. “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Pelemahan Merata di Asia dan Eropa

Tekanan tidak hanya dialami rupiah. Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,16 persen, dan yuan China melemah 0,05 persen. Yen Jepang dan peso Filipina masing-masing turun 0,04 persen dan 0,18 persen. Hanya dolar Hong Kong yang mencatat penguatan tipis 0,03 persen.

Kondisi serupa terjadi di negara maju. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing turun 0,10 persen dan 0,20 persen.

Rentang Pergerakan Hari Ini

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Ia menambahkan bahwa investor masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.

Sepanjang pekan ini, rupiah sudah beberapa kali menyentuh level terendahnya dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan terhadap mata uang emerging market diperkirakan masih akan berlanjut selama ketidakpastian global belum mereda.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top