BANTEN — Keluhan tagihan listrik yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir akhirnya mendapat jawaban resmi dari PT PLN (Persero). Manajemen perusahaan listrik pelat merah itu mengidentifikasi dua faktor utama: cuaca panas ekstrem dan perubahan kebiasaan masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di rumah.
Dalam keterangan resminya, PLN menyebut suhu udara yang lebih panas dari biasanya memaksa perangkat pendingin ruangan—seperti AC dan kipas angin—bekerja lebih lama dan lebih keras. Semakin tinggi suhu di luar, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mencapai suhu ruangan yang nyaman.
Fenomena ini bukan sekadar persepsi. Data internal PLN menunjukkan peningkatan konsumsi listrik yang signifikan pada jam-jam tertentu, terutama siang hingga malam hari, saat suhu mencapai puncaknya. “Pola konsumsi berubah drastis,” demikian pernyataan manajemen.
Faktor kedua tak kalah penting: perubahan gaya hidup masyarakat. Tren bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah yang masih berlangsung membuat durasi pemakaian alat elektronik rumah tangga semakin panjang.
Televisi menyala hampir seharian, mesin cuci diputar lebih sering, kompor listrik dan rice cooker digunakan lebih intensif—semua perangkat ini menyedot daya listrik secara akumulatif. PLN mencatat, kenaikan konsumsi terjadi merata di segmen rumah tangga, bukan hanya pelanggan industri atau bisnis.
PLN menegaskan kenaikan tagihan ini murni disebabkan oleh peningkatan volume pemakaian listrik (kWh), bukan karena penyesuaian tarif. Tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi, menurut perusahaan, masih sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak berubah sejak awal tahun.
Artinya, tagihan yang membengkak adalah konsekuensi logis dari konsumsi yang lebih besar. PLN mengimbau pelanggan lebih bijak menggunakan listrik: atur suhu AC di kisaran 24–25 derajat Celcius, cabut charger yang tidak terpakai, dan gunakan peralatan elektronik secara bergantian untuk menghindari beban puncak tinggi.
Dengan pola konsumsi yang cenderung meningkat akibat cuaca dan aktivitas rumahan, PLN memperkirakan tren tagihan yang lebih tinggi masih akan berlangsung selama musim kemarau. Perusahaan terus memantau perkembangan ini sambil mengingatkan pelanggan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau pemakaian listrik secara real-time agar tidak kaget saat tagihan tiba.