BANTEN — Kami berkesempatan menjajal langsung Kupprum Nomad di area pameran GIIAS 2026. Perlu dicatat, ini adalah kesan awal berdasarkan pengalaman statis dan obrolan dengan tim Kupprum, bukan pengujian jangka panjang. Fokus utama kami adalah memverifikasi klaim jarak tempuh dan bagaimana motor ini diposisikan di segmen yang masih sangat niche di Indonesia.
Baterai Terbesar di Kelasnya: 200 Km dalam Sekali Charge
Klaim utama Kupprum Nomad ada pada kapasitas baterainya. Pihak pabrikan menyebut angka ini sebagai yang terbesar di kelas motor listrik dual-purpose saat ini. Untuk rute kombinasi, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya.
“Kapasitas baterai kita adalah yang terbesar di kelasnya saat ini. Untuk rute kombinasi, Nomad sanggup diajak berkelana hingga 200 kilometer dalam sekali charge,” ujar Andra, perwakilan Kupprum, di booth GIIAS 2026.
Angka ini jelas menjadi nilai jual utama. Di segmen motor listrik adventure, kecemasan akan kehabisan daya di tengah perjalanan adalah hambatan terbesar. Kupprum juga melengkapi Nomad dengan fitur fast charging untuk memperpendek waktu berhenti, meski kami belum mendapatkan data pasti soal durasi pengisian dari 0-80 persen.
Bobot 170 Kg: Lincah di Jalur Teknikal, Stabil di Kecepatan Tinggi
Bobot 170 kilogram adalah angka yang menarik untuk motor listrik. Di atas kertas, ini cukup berat, tetapi Kupprum mengklaim karakter motor tetap lincah saat melintasi jalur teknikal berkat distribusi baterai yang rendah. Sebaliknya, bobot ini justru menjadi keuntungan saat dipacu di kecepatan tinggi karena memberikan rasa stabil.
Kami belum bisa memverifikasi klaim ini secara menyeluruh karena area uji di dalam booth terbatas. Namun, posisi duduk dan postur berkendara terasa natural untuk ukuran motor adventure. Setang lebar dan posisi kaki yang netral memberikan kontrol yang baik saat kami mencoba simulasi manuver lambat.
Harga Promo GIIAS 2026: Rp 70 Juta, Hemat Rp 15 Juta
Untuk menarik minat pengunjung, Kupprum memberikan potongan harga signifikan selama pameran berlangsung. Harga khusus pemesanan di GIIAS 2026 adalah Rp 70 juta, turun dari harga normal Rp 85 juta OTR Jakarta.
“Khusus pemesanan selama gelaran GIIAS 2026, kami memberikan harga promosi khusus yaitu Rp 70 juta. Ini kesempatan berharga, karena setelah pameran GIIAS ini selesai, harga unit akan kembali normal ke Rp 85 juta OTR Jakarta,” jelas Andra.
Selisih Rp 15 juta bukan angka kecil untuk motor listrik di kelas ini. Promo ini jelas menyasar pengunjung yang sudah serius dan ingin langsung membawa pulang unit, bukan sekadar melihat-lihat.
Target Pasar: Bukan Sekadar Motor Kota dengan Ban Tahu
Kupprum menegaskan bahwa Nomad dirancang dari awal sebagai motor dual-purpose sejati, bukan motor perkotaan yang sekadar dipasangi ban bergigi. Respons pengunjung pameran, terutama dari kalangan penghobi, disebut sangat positif.
“Banyak konsumen hobbyist yang akhirnya deal karena mereka sudah lama menunggu adanya motor listrik lokal yang memang dari lahir dikonsepkan untuk dual-purpose sejati, bukan sekadar motor kota yang diganti ban tahu,” tutup Andra.
Pernyataan ini penting karena membedakan Nomad dari kompetitor yang hanya memodifikasi skutik listrik untuk medan off-road ringan.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Beberapa catatan perlu kami sampaikan. Pertama, bobot 170 kilogram akan terasa berat saat motor harus diangkat atau didorong di medan lumpur dalam. Kedua, kami belum mendapatkan data resmi soal daya motor (kW) dan torsi puncak, sehingga performa akselerasi di tanjakan ekstrem belum bisa diverifikasi. Ketiga, jaringan servis dan ketersediaan suku cadang Kupprum di luar kota besar masih menjadi pertanyaan besar bagi calon pembeli yang berniat menjelajah jauh.
Untuk harga Rp 70 juta, Kupprum Nomad menawarkan paket yang menarik: baterai besar, jarak tempuh jauh, dan konsep adventure murni. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada seberapa percaya Anda pada ekosistem purna jual merek lokal yang masih baru ini.