BANTEN — Acara yang digelar di Jio World Convention Centre, Mumbai, pada awal Juni 2026 ini menghadirkan langsung legenda kriket Sourav Ganguly, AB de Villiers, Shane Watson, dan kapten timnas India Shreyas Iyer. Mereka berkompetisi bersama atlet muda dari komunitas akar rumput dalam demonstrasi langsung yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjembatani kesenjangan antara bakat dan kesempatan.
PlayOS adalah inti dari ekosistem Kabuni. Platform ini mengintegrasikan computer vision, biomekanika, pelacakan gerakan, analitik performa, dan pelatihan AI untuk memberikan umpan balik secara real-time kepada atlet muda.
Dengan data yang dikumpulkan dari setiap gerakan—mulai dari pukulan, lemparan bola, hingga sesi latihan—sistem ini menyusun jalur pengembangan personal. Bukan sekadar alat latihan, PlayOS dirancang untuk menggantikan akses terbatas ke pelatih elite yang selama ini hanya dinikmati atlet profesional.
Kabuni K10 diperkenalkan sebagai "olahraga fisik digital" pertama yang ditenagai PlayOS. Format ini mengubah sesi latihan menjadi pertandingan dengan sistem tantangan, peringkat, liga, dan mekanisme permainan yang didorong oleh performa nyata di lapangan.
Setiap pukulan, setiap bola yang dilempar, dan setiap sesi latihan yang diselesaikan akan berkontribusi pada perkembangan digital pemain. Konsep ini sengaja dirancang untuk melawan tren screen time yang dominan, dengan mengarahkan perhatian generasi muda kembali ke aktivitas fisik melalui teknologi.
Kabuni Premier League (KPL) menjadi wadah kompetisi yang menghubungkan sekolah, komunitas, dan atlet muda dalam satu platform terpadu. Melalui KPL, pelatihan, kompetisi, dan pengembangan bakat berjalan sebagai satu pengalaman yang saling terhubung.
Nimesh Patel, Co-Founder dan CEO Kabuni, mengatakan dalam pernyataan resmi: "Kemarin adalah tentang menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika olahraga, teknologi, dan tujuan bersatu. Kami percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk menemukan dan memenuhi potensi olahraganya."
Kabuni memilih India sebagai pasar perdana karena kombinasi unik antara kecintaan terhadap kriket, partisipasi anak muda yang masif, dan adopsi teknologi yang cepat. Perusahaan menilai negara ini adalah lingkungan ideal untuk membuktikan bahwa AI dapat mendemokratisasi akses ke pelatihan dan identifikasi bakat.
Peluncuran ini juga diikuti dengan pengumuman kemitraan strategis di bidang pendidikan, termasuk dengan White Canvas India. Melalui kerja sama ini, Kabuni mulai membangun salah satu ekosistem olahraga sekolah dan akar rumput terbesar di India.
Richard Diaz, CEO Black Castle Capital Partners, menambahkan: "Melihat legenda kriket berbagi panggung dengan pemain akar rumput, pendidik mendiskusikan masa depan pembelajaran, dan atlet muda berinteraksi dengan teknologi yang belum ada beberapa tahun lalu—itu benar-benar luar biasa. Saya meninggalkan Mumbai dengan keyakinan lebih besar bahwa Kabuni Sports berpotensi menjadi salah satu perusahaan teknologi olahraga paling penting yang muncul dari Inggris dalam dekade mendatang."