BANTEN — Mobil listrik kini tak lagi sekadar kendaraan masa depan. Biaya pengisian daya yang lebih murah dibanding bahan bakar minyak, ditambah biaya perawatan yang lebih rendah, membuat kendaraan ini mulai dilirik sebagai investasi jangka panjang. Produsen otomotif pun berlomba menghadirkan model dengan harga dan fitur yang makin beragam.
Pemerintah turut mempercepat transisi ini melalui insentif dan pengembangan ekosistem stasiun pengisian daya. Di tengah momentum itu, BRI menghadirkan skema pembiayaan khusus agar masyarakat bisa memiliki mobil listrik tanpa membebani arus kas bulanan secara berlebihan.
Melalui program BRI KKB, calon pembeli bisa menikmati bunga mulai 3 persen flat per tahun untuk tenor satu tahun. Untuk tenor yang lebih panjang, perseroan menyediakan opsi hingga lima tahun. Promo ini berlaku di seluruh kantor cabang BRI dan dealer rekanan yang tersebar di berbagai wilayah.
Proses pengajuan juga dirancang praktis. Nasabah bisa mengajukan kredit langsung ke cabang BRI terdekat, melalui dealer rekanan, atau memanfaatkan aplikasi BRImo. Dokumen yang diperlukan meliputi identitas diri dan slip penghasilan sebagai syarat utama.
Minat terhadap mobil listrik di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain emisi yang lebih rendah, pengguna juga diuntungkan oleh biaya operasional yang lebih ekonomis. Infrastruktur pengisian daya yang kian luas membuat kekhawatiran soal jarak tempuh perlahan memudar.
BRI melihat tren ini sebagai peluang untuk mendorong pembiayaan yang lebih inklusif. Dengan bunga kompetitif dan tenor fleksibel, program ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam di awal.
Promo ini berlaku hingga 31 Agustus 2026, memberikan waktu yang cukup panjang bagi calon pembeli untuk merencanakan pembelian. BRI mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memiliki kendaraan yang lebih modern, hemat, dan ramah lingkungan.