BANTEN — Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) memaksa perusahaan pembiayaan untuk bergerak cepat. BRI Finance, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, memilih untuk tidak serta-merta menaikkan bunga secara drastis. Sebaliknya, perusahaan mengadopsi strategi penyesuaian bertahap yang disebut sebagai pricing adaptif.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa pergerakan BI Rate menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan kebijakan harga pembiayaan. “Penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan nasabah, serta daya saing bisnis agar tetap kompetitif,” ujar Dhani dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, pekan ini.
Ekspansi Tetap Jalan, Tapi Lebih Selektif
Di tengah dinamika suku bunga yang fluktuatif, BRI Finance tidak serta-merta mengerem ekspansi. Namun, perusahaan memilih pendekatan selective growth dan prudent financing. Artinya, pertumbuhan bisnis tetap diupayakan, tetapi hanya pada sektor-sektor yang dinilai memiliki risiko rendah dan kualitas aset yang baik.
Strategi ini dijalankan dengan memperketat manajemen risiko, memonitor kualitas portofolio secara ketat, serta mengoptimalkan proses penagihan (collection). Tujuannya jelas: menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada di level yang terkendali. “Kami mengedepankan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang sehat,” tegas Dhani.
Mengandalkan Captive Market dan Kolaborasi dengan BRI Group
Salah satu jurus yang diandalkan BRI Finance untuk menjaga pertumbuhan adalah memaksimalkan potensi captive market. Perusahaan juga memperkuat skema pembiayaan bersama atau joint financing dengan entitas di bawah BRI Group. Langkah ini dinilai efektif untuk memperluas penyaluran pembiayaan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, efisiensi biaya operasional menjadi fokus utama. BRI Finance terus menekan biaya agar profitabilitas tidak tergerus meskipun suku bunga bergerak naik. “Kami melakukan efisiensi biaya operasional dan pengelolaan pricing secara selektif agar profitabilitas perusahaan tetap terjaga,” tutup Dhani.
Kebijakan ini menjadi sinyal bagi pasar bahwa BRI Finance berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan menjaga margin bisnis dan tekanan daya beli nasabah. Dalam jangka pendek, nasabah mungkin akan merasakan penyesuaian bunga, tetapi perusahaan berharap langkah bertahap ini tidak terlalu membebani arus kas konsumen.