Cetak Rekor Sepanjang 50 Tahun, INALUM Bukukan Pendapatan Tumbuh 10% di 2025

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 22 Juni 2026 | 18:35:01 WIB
INALUM catat rekor produksi dan penjualan tertinggi dalam 50 tahun pada 2025.

BANTEN — Pemegang saham INALUM telah menyetujui lima mata acara dalam RUPST, termasuk pengesahan laporan keuangan konsolidasian dan penggunaan laba bersih. Laporan keuangan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (anggota Ernst & Young Global Limited) mendapatkan opini wajar dalam semua hal yang material. Dengan pengesahan ini, RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh (volledig acquit et de charge) kepada direksi dan dewan komisaris atas pengurusan perusahaan selama tahun buku lalu.

Kinerja Keuangan dan Operasional Tertinggi

Sepanjang 2025, INALUM membukukan pendapatan yang tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual komoditas yang lebih baik. Laba bersih konsolidasian perusahaan naik 15% secara tahunan (year-on-year), sementara EBITDA tumbuh sebesar 17%.

Di sisi operasional, INALUM mencatatkan produksi sebesar 280.082 metrik ton (mt), meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan pun mencapai 280.141 mt atau naik 1% secara tahunan. Kedua angka tersebut merupakan rekor tertinggi (all-time-high) selama 50 tahun perusahaan berdiri.

Proyek Pot Upgrading Jadi Penopang

Corporate Secretary INALUM, Mahyaruddin AR, mengatakan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan perusahaan dan dukungan Grup MIND ID. "Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata," ujarnya dalam keterangan resmi.

Rekor produksi dan penjualan ditopang oleh penyelesaian Proyek Pot Upgrading. Proyek ini meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun melalui peningkatan teknologi tungku reduksi ke arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.

Tata Kelola dan Peringkat Kesehatan Perusahaan

Kinerja INALUM juga tercermin dari penilaian tata kelola. Perusahaan memperoleh Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat". PEFINDO memberikan peringkat final rating idAA-/Stabil dan standalone rating idA+(sa).

Capaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial tahun 2025 tercatat sebesar 85,54% (audited), dengan Peringkat Komposit Risiko berada pada Peringkat 2. Angka-angka ini memperkuat posisi INALUM sebagai salah satu BUMN dengan fundamental yang solid di sektor industri aluminium nasional.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top