Buku Palsu Hasil AI Banjiri Apple Books, Penulis "I Am Not a Robot" Angkat Bicara

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:33:01 WIB
Penulis Joanna Stern melaporkan maraknya buku palsu hasil AI di Apple Books.

BANTEN — Fenomena buku palsu hasil kecerdasan buatan (AI) kini merambah Apple Books. Joanna Stern, jurnalis teknologi senior, mengungkapkan dalam video YouTube Shorts bahwa buku terbarunya, I Am Not a Robot: My Year Using AI to Do (Almost) Everything, langsung dijadikan sasaran begitu dirilis.

Menurut Stern, ada lebih dari sepuluh buku tiruan yang membanjiri platform. Beberapa di antaranya menggunakan desain sampul yang nyaris identik. Satu buku bahkan diterbitkan atas nama yang mirip dengan nama asli Stern, hanya dengan perbedaan ejaan kecil yang sengaja dibuat untuk mengelabui pembeli.

Ini bukan kali pertama penulis buku teknologi menghadapi masalah serupa. Dua tahun lalu, Kara Swisher, penulis Burn Book: A Tech Love Story, melaporkan gelombang buku palsu hasil AI di Amazon. Saat itu, Amazon bertindak setelah Swisher berbicara langsung dengan pimpinan perusahaan. Namun, penulis lain yang tidak memiliki akses serupa masih kesulitan memberantas buku bajakan.

Apple Akui Aturan Ketat, Tapi Eksekusi Dipertanyakan

Stern mengatakan bahwa ia telah melaporkan temuan ini ke Apple. Pihak Apple pun merespons dengan menghapus buku-buku palsu tersebut dari Apple Books. Namun, masalah belum selesai. "Tidak butuh waktu lama sebelum versi bajakan lainnya muncul kembali," kata Stern dalam videonya.

Menanggapi hal ini, Apple menyatakan bahwa platformnya memiliki aturan transparansi dan pengungkapan untuk konten buatan AI. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu juga menegaskan bahwa kebijakannya "secara ketat melarang konten yang menyesatkan pelanggan atau melanggar hak cipta." Meski demikian, efektivitas penegakan aturan tersebut masih dipertanyakan mengingat buku palsu bisa kembali dalam waktu singkat.

Amazon Juga Belum Sepenuhnya Bersih

Stern juga menyoroti kondisi di Amazon. Menurutnya, meskipun raksasa e-commerce itu tampaknya sudah lebih baik dalam menangani buku bajakan hasil AI untuk judul-judul bestseller, praktik serupa masih terjadi. Ia menemukan dan bahkan membeli dua buku kerja (workbook) yang merupakan tiruan dari bukunya sendiri. Kedua daftar tersebut akhirnya dihapus oleh Amazon setelah Stern melaporkannya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa maraknya konten hasil AI tidak hanya mengancam karya orisinal di pasar Indonesia, tetapi juga secara global. Bagi pengguna Apple Books di Indonesia, kejadian ini patut menjadi perhatian agar lebih teliti saat membeli buku digital—pastikan nama penulis dan penerbit sesuai dengan yang resmi untuk menghindari buku palsu berkualitas rendah.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top