Rasio Elektrifikasi Jatim Nyaris 100 Persen, DPR Dorong PLN Bangun PLTS Komunal di Wilayah 3T

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 17:14:01 WIB
Rasio elektrifikasi Jawa Timur hampir mencapai 100 persen, namun masih terdapat kawasan yang belum teraliri listrik secara optimal.

BANTEN — Sistem Kelistrikan Andal, tapi Akses Belum Merata

Performa sistem pembangkitan dan transmisi listrik di Jawa Timur saat ini berada dalam kondisi prima. Hal itu diungkapkan Arif Riyanto saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (22/7).

"Kondisi kelistrikan di Jawa Timur, baik dari sisi pembangkit maupun sistem transmisinya, saat ini dalam kondisi baik dan andal. Ini modal penting untuk menjaga pasokan listrik bagi masyarakat," ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Meski begitu, Arif mengingatkan bahwa masih ada kawasan yang belum teraliri listrik secara optimal. Ia mendorong PLN untuk terus menggenjot rasio elektrifikasi hingga mencapai 100 persen di seluruh wilayah Jawa Timur.

PLTS Komunal Jadi Solusi untuk Daerah Sulit

Bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan transmisi utama, Arif mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS). Usulan ini dinilai sejalan dengan target Presiden untuk memacu pengembangan PLTS hingga kapasitas 100 gigawatt ke depan.

"Untuk wilayah off-grid, kami mendorong PLN membangun PLTS komunal dengan sistem penyimpanan baterai. Ini juga sejalan dengan cita-cita Presiden," tegas legislator asal Daerah Pemilihan Papua Pegunungan tersebut.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi nasional hingga akhir 2025 telah mencapai 99,92 persen. Namun, kantong-kantong wilayah terpencil dan kepulauan masih membutuhkan terobosan berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) karena kendala geografis.

Komitmen DPR Awasi Pemerataan Energi

Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pemerataan akses energi ini. Kunjungan kerja tersebut juga bertujuan meninjau distribusi BBM dan LPG bersubsidi, pengembangan infrastruktur gas bumi, serta strategi peningkatan pemanfaatan tenaga listrik nasional.

Melalui kombinasi penguatan infrastruktur konvensional dan akselerasi energi terbarukan, seluruh masyarakat di wilayah pelosok Jawa Timur diharapkan dapat segera menikmati layanan listrik yang andal, berkelanjutan, dan merata.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: gesuri.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top