Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Dorong Musala Islahuddaroin di Batuceper Jadi Pusat Kegiatan Warga Usai Peletakan Batu Pertama

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:19:01 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono melakukan peletakan batu pertama renovasi dan perluasan Musala Islahuddaroin di Batuceper, Minggu (2/8).

TANGERANG — Proses renovasi dan perluasan Musala Islahuddaroin di Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, resmi dimulai setelah peletakan batu pertama dilakukan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, Minggu (2/8). Kehadiran orang nomor dua di lingkungan Pemkot Tangerang itu menandai dimulainya pengerjaan fisik yang sebelumnya direncanakan oleh pengurus dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Maryono menekankan bahwa pembangunan tempat ibadah ini merupakan hasil gotong royong berbagai elemen, mulai dari pengurus, panitia, donatur, hingga warga. Ia menilai partisipasi aktif masyarakat menjadi modal utama percepatan pembangunan di lingkungan permukiman padat penduduk seperti Batuceper.

Musala Bukan Sekadar Tempat Salat, Tetapi Ruang Tumbuh Anak

Maryono menggarisbawahi fungsi strategis musala di tengah perkotaan. Menurutnya, keberadaan musala tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai pusat pendidikan Al-Qur'an dan pembinaan generasi muda.

“Bagi kita, musala bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah. Musala juga menjadi tempat tumbuhnya kebersamaan, tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, tempat masyarakat mempererat silaturahmi, dan tempat berbagai kebaikan tumbuh di tengah lingkungan kita,” tuturnya di hadapan warga.

Perluasan Bangunan Diiringi Target Peningkatan Aktivitas

Pihaknya berharap perluasan fisik Musala Islahuddaroin berjalan seiring dengan peningkatan kuantitas dan kualitas kegiatan. Ia meminta agar program-program keagamaan tidak berhenti pada seremonial pembangunan semata.

“Mari kita ramaikan dengan salat berjamaah, pengajian, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi, yang kita perluas bukan hanya bangunannya, tetapi juga kegiatan dan manfaatnya bagi warga,” tegas Maryono.

Ia menambahkan, ukuran kemajuan sebuah kota tidak hanya dilihat dari infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Keberadaan musala yang aktif, menurutnya, menjadi salah satu indikator terbentuknya lingkungan yang sehat secara sosial dan spiritual.

“Kota yang maju bukan hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kualitas masyarakatnya. Karena itu, keberadaan Musala seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang baik,” ujarnya.

Arah Pengembangan Musala ke Depan

Maryono berharap Musala Islahuddaroin dapat bertransformasi menjadi pusat kebaikan yang melahirkan generasi cinta Al-Qur'an. Target jangka panjangnya, tempat ini mampu mencetak warga yang berakhlak serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.

“Insya Allah, jika Musala ini terus kita hidupkan bersama, ibadah, silaturahmi, kepedulian, dan berbagai kebaikan di tengah masyarakat juga akan semakin tumbuh,” pungkasnya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: bingkaikota.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top