BANTEN — Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan proses evakuasi dan pencarian korban berjalan optimal. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa Manggarai Timur menjadi prioritas utama karena tingkat kerusakan dan jumlah korban yang dilaporkan paling signifikan dibandingkan daerah lain di NTT.
"Kita kerahkan kekuatan penuh untuk mempercepat pencarian dan pertolongan. Manggarai Timur mendapat perhatian serius karena dampaknya paling parah," ujar Syafii dalam keterangannya, kemarin.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan personel gabungan yang disebar ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun. Tim gabungan menggunakan alat berat dan peralatan deteksi untuk menjangkau area yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur.
Basarnas memastikan koordinasi lintas instansi berjalan intensif. Mulai dari TNI, Polri, hingga pemerintah daerah dilibatkan dalam satu komando untuk memastikan tidak ada celah dalam proses evakuasi.
Kerusakan parah terjadi pada sejumlah permukiman warga dan fasilitas umum. Jalan utama yang terputus menjadi kendala terbesar bagi tim di lapangan, memperlambat distribusi logistik dan pergerakan personel ke lokasi terdampak.
Basarnas menyatakan akan terus memperbarui data korban seiring berjalannya proses pencarian. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Operasi pencarian dan pertolongan ini akan terus berlanjut hingga seluruh laporan warga hilang dapat dituntaskan. Posko-posko pengungsian dan layanan kesehatan darurat juga telah disiagakan untuk menangani korban selamat yang membutuhkan pertolongan medis segera.