RANGKASBITUNG — Di sela peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki menginstruksikan jajarannya untuk memastikan program sensus ekonomi berjalan optimal. Hasbi menegaskan, petugas yang tengah turun ke lapangan harus diterima baik oleh masyarakat agar pendataan berjalan lancar dan hasilnya valid.
"Kami minta masyarakat jika didatangi petugas sensus ekonomi dapat diterima dan memberikan jawaban yang benar dan akurat," kata Hasbi di hadapan ribuan peserta upacara di Alun-alun Rangkasbitung, Senin (17/8/2026).
Target Data 1,5 Juta Jiwa, Baru 251 Ribu Tercatat
Hasbi mengungkapkan, capaian pendataan sensus ekonomi di Kabupaten Lebak saat ini baru merealisasikan sekitar 251 ribu dari total 1,5 juta penduduk. Angka ini menunjukkan masih banyaknya wilayah yang belum terdata, sehingga peran aktif warga menjadi kunci utama.
"Kami berharap stakeholder atau para pemangku kepentingan maupun masyarakat agar dapat menyukseskan sensus ekonomi," ujarnya.
Bukan Sekadar Pendataan, tapi Fondasi Kebijakan
Menurut Hasbi, data yang dihimpun dari sensus ini bukan sekadar angka administratif. Hasil pendataan akan digunakan pemerintah pusat untuk merancang program yang tepat sasaran, terutama dalam menekan kesenjangan ekonomi antarwilayah.
Oleh karena itu, warga diingatkan untuk memeriksa identitas petugas yang datang. Jika sudah memakai ID card resmi, warga diminta memberikan jawaban sebenar-benarnya sesuai kondisi usaha dan ekonomi yang dijalankan.
Kawal Program Pusat: MBG, Kopdes, dan Sekolah Rakyat
Di luar agenda sensus, Bupati juga menegaskan komitmennya mengawal program strategis pemerintah pusat. Sejumlah program yang dipastikan berjalan antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa (Kopdes) untuk tata kelola yang lebih baik, serta pembangunan sekolah rakyat.
Untuk sekolah rakyat yang dipusatkan di Panggarangan, pembangunan gedung yang dikerjakan Kementerian PUPR sudah mencapai 93 persen. "Kami komitmen untuk mengawal program-program pemerintah pusat guna mempercepat kesejahteraan masyarakat," jelas Hasbi.
Pembangunan Jalan Desa dan Peringatan Tegas ke Birokrasi
Pada kesempatan yang sama, Hasbi memaparkan progres pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Pemerintah daerah telah membangun ruas jalan antardesa sebanyak 42 titik, dan menargetkan tambahan 97 titik lagi pada tahun 2027.
Pembangunan infrastruktur ini dinilai penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Hasbi juga melontarkan peringatan keras kepada jajaran birokrasi. Ia menegaskan tidak akan segan menindak pejabat yang terbukti memperkaya diri dengan memanfaatkan jabatannya, termasuk melaporkannya ke lembaga hukum.
"Kita minta pejabat birokrasi bekerja dengan profesional melayani masyarakat tanpa memperkaya diri dengan memanfaatkan kewenangan jabatannya itu," tegasnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Alun-alun Rangkasbitung sendiri dihadiri ribuan peserta, mulai dari pejabat muspida, organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan, TNI-Polri, dan tokoh agama.