TANGERANG — Sebanyak 30 tenaga kerja konstruksi dari 13 kecamatan di Kota Tangerang mengikuti uji sertifikasi kompetensi untuk jabatan Supervisor K3 Konstruksi Utama jenjang enam. Mereka berasal dari wilayah Kunciran Jaya, Sudimara, Cipadu, hingga Periuk Jaya yang berperan sebagai pengawas teknis dan keselamatan di lapangan.
Kegiatan ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian sertifikasi yang difasilitasi Pemerintah Kota Tangerang. Pada dua tahap sebelumnya, 66 peserta telah dinyatakan kompeten.
Asda II Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyebut biaya mandiri kerap menjadi penghalang bagi pekerja konstruksi untuk mendapatkan legalitas kompetensi berstandar nasional. Melalui Disperkimtan, Pemkot Tangerang mengalokasikan anggaran khusus untuk memfasilitasi biaya uji tersebut.
"Demi menekan angka pengangguran dan mempercepat roda pembangunan daerah, salah satunya dengan pembekalan dan uji sertifikasi kompetensi kerja bagi tenaga kerja konstruksi," ujar Ruta dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan meningkatkan jumlah tenaga kerja tersertifikasi di sektor jasa konstruksi, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil dan kompeten di bidangnya.
Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky P. Koesrindartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata mengejar target tenaga kerja konstruksi tersertifikasi pada tahun 2026. Anggaran yang dialokasikan mencakup sub kegiatan pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi biaya sertifikasi bagi pekerja yang mengalami kesulitan pembiayaan mandiri.
Decky menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas. Para tenaga pengawas yang lulus diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memastikan setiap pembangunan dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dilaksanakan sesuai standar, profesionalisme, dan integritas.
"Semoga tenaga pengawas yang telah mengikuti sertifikasi ini diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, sehingga setiap intervensi pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat, khususnya di Kota Tangerang," tandasnya.
Para peserta uji kali ini berasal dari berbagai wilayah kelurahan di 13 kecamatan, termasuk Kunciran Jaya, Sudimara, Cipadu, hingga Periuk Jaya. Mereka merupakan ujung tombak dalam pengawasan teknis dan keselamatan konstruksi di lapangan.
Dengan adanya program ini, Pemkot Tangerang berharap sektor konstruksi di wilayahnya semakin profesional dan mampu mendorong produktivitas angkatan kerja lokal.