Bridestory Market 2026: Calon Pengantin Gen Z Tinggalkan Warna Konvensional, Biru Jadi Primadona

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 05 September 2026 | 08:22:01 WIB
Calon pengantin mengamati dekorasi pernikahan bernuansa biru pada Bridestory Market 2026 di Banten, Kamis (3/9/2026).

BANTEN — Bridestory mencatat biru menjadi salah satu warna paling diminati untuk pesta pernikahan tahun ini hingga tahun depan. Warna tersebut dianggap mampu memberikan kesan modern-kontemporer, terutama saat dipadukan dengan nuansa pink atau putih.

"Warna biru menjadi salah satu trending colors untuk wedding, terlebih bagi calon pengantin yang merencanakan pernikahan hingga tahun depan. Perpaduan dengan pink atau putih membuatnya jadi terkesan modern-kontemporer," ujar Noel Monique Renzita, Head of Content Bridestory, di lokasi pameran, Kamis (3/9/2026).

Color Blocking dan Busana: Antara Modern dan Tradisi

Karakter Gen Z yang terbuka terhadap eksperimen estetika menjadi pendorong utama perubahan ini. Mereka tidak ragu memakai teknik color blocking, memadukan warna-warna yang sebelumnya jarang dipakai dalam resepsi, seperti jingga dengan biru atau merah muda dengan hijau. Aplikasinya tidak hanya di dekorasi, tetapi juga merambah ke busana pengantin dan tata ruang acara.

Meski berani bermain warna, pilihan busana menunjukkan keseimbangan. Gaun dengan potongan minimalis berbahan satin tetap jadi favorit, namun busana tradisional dengan detail payet masih dipilih untuk mempertahankan kesan klasik. "Semua pilihan tersebut kembali disesuaikan dengan personalitas masing-masing pengantin," kata Noel.

Mengusung Tema Taman Bunga "Petal Dreamscape"

Untuk memberikan gambaran lebih utuh, Bridestory mengusung tema besar "Petal Dreamscape" pada pameran tahun ini. Tema tersebut menghadirkan suasana taman bunga dengan pendekatan visual romantis, dreamy, dan kontemporer. Pengunjung bisa melihat penerapan tema ini sejak memasuki area entrance, main alley, photo booth, hingga area vendor.

Ayunda Wardhani, CEO Bridestory, menjelaskan Petal Dreamscape menggabungkan palet warna lembut dengan elemen floral artistik dan sentuhan modern. Konsep ini diharapkan menjadi referensi bagi pasangan yang ingin menerapkan nuansa romantis tanpa meninggalkan gaya kekinian.

Vendor Cincin Tokyo: Desain Minimalis dan Fungsional

Pameran ini juga menghadirkan vendor internasional, termasuk perajin cincin perkawinan asal Tokyo. Mereka menawarkan desain minimalis elegan dengan layanan purna jual yang tidak umum, yakni penyesuaian ukuran cincin di kemudian hari. Layanan ini menjawab kebutuhan pasangan akan fungsi dan keberlanjutan penggunaan elemen pernikahan dalam jangka panjang, bukan sekadar tampilan di hari-H.

Bridestory menegaskan pameran ini dirancang sebagai ruang eksplorasi, bukan sekadar transaksi jual-beli. "Bridestory Market kami hadirkan sebagai ruang bagi para calon pengantin untuk tidak hanya menemukan vendor, tapi juga menemukan ide, inspirasi, dan pengalaman yang membantu mereka membayangkan wedding journey mereka secara lebih utuh," tandas Ayunda.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top