BANTEN — Pelindo Regional 2 mencatat arus petikemas 6,48 juta TEUs hingga Agustus 2026, naik 3,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Arus penumpang melonjak paling tajam, mencapai 32 persen, sementara kunjungan kapal dan barang nonpetikemas juga tumbuh.
Pertumbuhan ini sejalan dengan arahan strategis Danantara yang mendorong penguatan kinerja, produktivitas, dan optimalisasi operasional perusahaan-perusahaan pelat merah. Executive Director 2 Pelindo Regional 2 Budi Prasetio menyebut trafik pelabuhan di wilayahnya tetap bergerak positif di tengah dinamika perdagangan dan logistik.
Lonjakan paling mencolok datang dari arus penumpang. Hingga Agustus 2026, Pelindo Regional 2 melayani 1,08 juta orang, melesat sekitar 32 persen dibanding 816.705 penumpang pada periode yang sama tahun lalu. Hampir seluruhnya, atau 1,07 juta orang, merupakan penumpang domestik.
Budi menilai kenaikan ini tidak lepas dari pergerakan masyarakat dan komoditas di berbagai wilayah yang dilayani perseroan. "Kami melihat pertumbuhan ini sebagai bagian dari pergerakan ekonomi di wilayah layanan Regional 2," ujarnya.
Di Tanjung Priok, arus petikemas secara konsolidasi mencapai 5,88 juta TEUs hingga Agustus 2026, naik sekitar 9,1 persen dibanding periode yang sama 2025. Arus barang nonpetikemas di pelabuhan yang sama menembus 15,85 juta ton, tumbuh 16,4 persen.
Pelabuhan Panjang mencatat arus petikemas 91.458 TEUs, naik 24,5 persen, dengan barang nonpetikemas 5,49 juta ton atau tumbuh 22,8 persen. Sementara Pontianak menorehkan kenaikan paling tajam pada barang nonpetikemas: 4,42 juta ton, melesat sekitar 81 persen dari tahun sebelumnya.
Kenaikan di sejumlah cabang itu ditopang peningkatan aktivitas bongkar muat komoditas curah cair, curah kering, dan general cargo.
Budi menegaskan pertumbuhan trafik bukan tujuan akhir. "Yang paling penting bukan hanya pertumbuhan trafik, tetapi bagaimana pertumbuhan itu diikuti dengan pelayanan yang semakin baik," katanya.
Pelindo Regional 2 berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar layanan pelabuhan mengikuti perkembangan kebutuhan pengguna jasa. Perbaikan dan penjagaan keandalan operasional disebut menjadi prioritas ke depan.
Bagi pengguna jasa logistik dan pelaku usaha di wilayah layanan Regional 2, tren ini menjadi sinyal bahwa aktivitas perdagangan dan distribusi barang masih bergerak. Pelindo Regional 2 kini dituntut memastikan lonjakan trafik tidak berujung pada antrean atau penurunan kualitas layanan.