SERANG — Penghargaan Radar Banten Award 2026 diterima Disdukcapil Kabupaten Serang karena program Aku Desa Digital dinilai berhasil mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Warnerry Poetri menyebut program tersebut sebagai transformasi pelayanan yang tidak lagi berpusat di UPT kecamatan, melainkan bergeser langsung ke desa.
Melalui program ini, warga cukup mendatangi kantor desa yang telah bermitra dengan Disdukcapil. Operator desa di sana melayani berbagai urusan kependudukan, kecuali perekaman KTP elektronik (KTP-el).
Operator desa mengunggah seluruh dokumen persyaratan melalui aplikasi Serba Digi. Setelah dokumen masuk ke aplikasi, Disdukcapil melakukan penginputan ke dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sekaligus verifikasi data warga.
"Setelah selesai dokumennya ya kita kembalikan lagi kepada masyarakat. Misalnya KK, KTP dan akta kelahiran semuanya," jelas Warnerry.
Penyerahan dokumen dibedakan sesuai jenisnya. Dokumen berbentuk PDF dikirim langsung ke email warga, sedangkan dokumen fisik seperti KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA) dikirim melalui jasa kurir atau bisa diambil di UPT, kantor dinas, maupun kantor desa.
Hingga kini, 182 desa di Kabupaten Serang tercatat telah bergabung dalam program Aku Desa Digital. Kemitraan itu membuat warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat pelayanan di Ciruas hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.
Warnerry menegaskan seluruh layanan kependudukan di Kabupaten Serang saat ini sudah digital dan online. Pihaknya menyiapkan dua inovasi baru untuk melanjutkan pengembangan layanan tersebut.
"Semuanya sudah digital, sudah online semuanya layanan kependudukan sudah online. Ke depan pengembangannya tinggal inovasi-inovasi baru aja. Kita ke depan itu ada dua inovasi yang sedang kita garap," pungkasnya.
Penghargaan Radar Banten Award 2026 menjadi penanda bahwa pendekatan pelayanan berbasis desa diterima sebagai model yang mempermudah warga. Disdukcapil Kabupaten Serang menyatakan akan terus mengembangkan inovasi pelayanan kependudukan setelah program ini berjalan di 182 desa.