BANTEN — Sembilan series internasional menampilkan tokoh perempuan yang memakai kecerdasan dan manipulasi untuk mengendalikan hubungan cinta, dari balas dendam hingga pencurian identitas. Deretan ini mencakup Behind Her Eyes (2021), Anna (2022), Eve (2022), The Glory (2022), hingga The Serpent Queen (2022). Alur cintanya sengaja dibiarkan abu-abu, membuat penonton terus menebak ke mana hubungan para karakternya berakhir.
Karakter perempuan dalam deretan series ini tidak selalu tampil jahat sejak awal. Sebagian justru digambarkan tenang, cerdas, dan elegan, lalu perlahan menunjukkan sisi yang sulit ditebak. Hubungan cinta di dalamnya pun berubah jadi bagian dari strategi, bukan sekadar kisah romantis biasa.
Behind Her Eyes mengikuti Louise, ibu tunggal yang terlibat hubungan rahasia dengan David, psikiater yang juga atasannya. Di saat bersamaan, Louise berteman dengan Adele, istri David yang misterius.
Kedekatan dengan pasangan suami istri itu membuat Louise masuk terlalu jauh ke kehidupan pribadi mereka. Apa yang awalnya terlihat seperti perselingkuhan biasa berubah menjadi permainan psikologis yang jauh lebih rumit. Netflix mencatat series terbatas ini dirilis pada 2021.
Karakter perempuannya tidak selalu mengatakan apa yang sebenarnya mereka pikirkan, sehingga penonton terus mempertanyakan siapa yang mengendalikan situasi. Series ini sebaiknya dinikmati tanpa membaca spoiler.
Anna menceritakan Lee Yu-mi, perempuan yang memulai semuanya dari kebohongan kecil sebelum membangun kehidupan baru dengan identitas orang lain. Ia memanfaatkan informasi tentang Lee Hyeon-joo, perempuan kaya yang pernah dikenalnya, lalu menciptakan versi dirinya yang lebih berkelas.
Versi awal yang dirilis Coupang Play memiliki enam episode. Versi director's cut kemudian dikembalikan menjadi delapan episode.
Batas antara ambisi, kebohongan, dan manipulasi semakin kabur ketika identitas palsu Yu-mi memengaruhi pernikahan dan kehidupan sosialnya. Setiap langkahnya butuh pengamatan dan keberanian, sehingga hubungan cinta di series ini terasa seperti permainan identitas yang bisa runtuh kapan saja.
Eve berpusat pada Lee Ra-el, perempuan yang menyusun rencana balas dendam setelah keluarganya dihancurkan kelompok berkuasa. Bertahun-tahun kemudian, ia memasuki lingkaran para targetnya dengan memanfaatkan daya tarik, kecerdasan, dan pemahaman atas hubungan antarmanusia.
Series Korea ini pertama kali tayang pada 1 Juni 2022 dan memiliki 16 episode. Kisahnya berkembang panjang untuk memperlihatkan bagaimana rencana Ra-el dijalankan secara bertahap.
Hubungan romantis di Eve menjadi salah satu alat penting dalam permainan psikologis Ra-el. Perasaan yang muncul antarkarakter sulit dibaca sebagai sesuatu yang benar-benar tulus, membuat cinta di series ini terus berada di wilayah abu-abu.
The Glory memperkenalkan Moon Dong-eun, perempuan yang setelah mengalami kekerasan brutal di sekolah menghabiskan bertahun-tahun menyusun rencana balas dendam. Ia tidak menghadapi para pelaku secara langsung.
Dong-eun mempelajari kehidupan mereka, kelemahan mereka, dan hubungan keluarga mereka satu per satu. Pendekatan itu membuat rencana balas dendamnya berjalan perlahan namun terukur.
The Serpent Queen melengkapi daftar ini sebagai salah satu series yang paling dekat dengan tema wanita cerdas dan manipulatif. Alur cintanya dibangun di atas strategi dan rahasia, bukan sekadar chemistry antarkarakter.
Karakter perempuan manipulatif memberi ruang cerita yang lebih rumit dibanding kisah romantis konvensional. Penonton diajak menebak motif di balik setiap keputusan, termasuk saat tokoh utama terlihat tulus.
Deretan series ini menunjukkan bahwa hubungan cinta di layar bisa berfungsi sebagai alat cerita, bukan hanya tujuan akhir. Bagi penonton Indonesia yang mencari tontonan dengan ketegangan psikologis, sembilan judul di atas layak masuk daftar tontonan berikutnya.