BANTEN — Cristiano Ronaldo mengungkap delapan poin yang mestinya disampaikan Jorge Jesus dalam sesi jumpa pers usai laga Timnas Portugal kontra Norwegia di UEFA Nations League. Perselisihan keduanya memantik nama Pele dan Maradona ke permukaan, setelah Ronaldo merasa dibohongi ketika disuruh pemanasan namun tak kunjung diturunkan.
Delapan poin itu disampaikan Ronaldo melalui klarifikasi di media sosial pribadinya. Ia mengaku telah duduk bersama federasi sepak bola Portugal dan Jorge Jesus sebelum menyusun pernyataan tersebut. Poin-poin itu disepakati untuk disampaikan kepada awak media.
Ronaldo Merasa Dibohongi di Laga Kontra Norwegia
Pertandingan melawan Norwegia pada 28 September menjadi pemicu ketegangan. Ronaldo merasa dibohongi ketika diminta melakukan pemanasan, tetapi tidak dimainkan hingga laga usai.
Dalam klarifikasinya, Ronaldo menegaskan dirinya sendiri yang mengajukan rencana bermain di musim kompetisi ini bersama Timnas Portugal. Percakapan itu disebutnya berlangsung panjang dan berjalan baik.
Pelatih Jorge Jesus, menurut poin yang disepakati, menyatakan tidak pernah meragukan sikap Ronaldo. Ia menyebut kapten Timnas Portugal itu setia, profesional, dan sikapnya patut dicontoh.
Poin Keenam yang Menyeret Nama Pele dan Maradona
Poin nomor enam dalam klarifikasi Ronaldo berbunyi: "Saya melakukan kesalahan dengan menyuruh pemain sekaliber Pele atau Maradona untuk melakukan pemanasan namun kemudian tidak memainkannya dalam pertandingan."
Kalimat itu menjadi sorotan karena menyandingkan Ronaldo dengan dua legenda sepak bola dunia. Namun di sesi jumpa pers, Jorge Jesus justru mengucapkan hal yang berlawanan.
"Saat pertandingan berlangsung, saya sempat berpikir mungkin saya akan membutuhkannya," jelas Jesus.
"Saya memintanya melakukan pemanasan, tetapi pada akhirnya saya tidak memasukkannya ke lapangan. Pemain mana pun yang sudah melakukan pemanasan selama 30 menit namun tidak jadi bermain pasti akan merasa frustrasi. Pemain mana pun, entah itu bernama Cristiano atau Pele," tegasnya.
Delapan Poin yang Disepakati Bersama Federasi
Klarifikasi Ronaldo memuat delapan butir pernyataan yang menurutnya sudah disetujui bersama Jorge Jesus dan federasi. Poin-poin itu mencakup rencana bermain, sikap Ronaldo, hingga insiden tidak menyapa penggemar.
- Ronaldo sendiri yang mengajukan rencana bermain di musim kompetisi ini bersama timnas.
- Jesus mengakui besarnya pengaruh Ronaldo selama 24 tahun membela Portugal.
- Rencana yang diajukan Jesus kepada Ronaldo diterima.
- Ronaldo tidak pernah mempertanyakan keputusan pelatih.
- Laga kontra Norwegia tidak termasuk rencana Jesus untuk memainkan Ronaldo.
- Jesus mengaku salah menyuruh pemain sekaliber Pele atau Maradona pemanasan tanpa menurunkannya.
- Jesus menegaskan menginginkan Ronaldo tetap di timnas.
- Soal sikap tidak menyapa penggemar, Jesus menilai itu kekecewaan sesaat yang tidak menghapus apa pun.
Soal Sikap Tak Menyapa Penggemar
Poin kedelapan menyentuh insiden Ronaldo tidak menyapa penggemar. Jesus menyebut hal itu sudah dibicarakan dan menilai seorang pemain dengan lebih dari 230 caps untuk Portugal tidak perlu diajari soal cinta terhadap negaranya.
Jesus menyebut Ronaldo sebagai pemain yang paling banyak memberikan tanda tangan, paling sering berfoto selfie, dan paling menunjukkan kasih sayang kepada para penggemar. Ia meminta publik tidak mengada-adakan masalah yang sebenarnya tidak ada.
Hingga kini belum ada keterangan resmi soal kelanjutan hubungan Ronaldo dan Jorge Jesus di Timnas Portugal. Drama keduanya masih menyisakan tanda tanya besar.