TANGERANG — Sebuah video penemuan jasad pria di pinggir jalan Kampung Bayur arah Kedaung, Kecamatan Sepatan Timur, sempat beredar luas di media sosial sebelum polisi turun tangan. Dalam rekaman itu, tubuh korban terlihat mengenakan kaus abu-abu dan celana jeans panjang berwarna hitam dengan luka cukup parah.
Warga yang menemukan jasad tersebut merekam kondisi korban sembari meminta bantuan masyarakat untuk mengenali identitasnya. Rekaman itu juga menyebut keberadaan sepeda motor Honda Beat merah di lokasi kejadian.
Dalam video yang beredar, warga menduga korban menjadi sasaran pembegalan karena kondisi luka yang dinilai cukup parah. Namun dugaan itu belum memiliki bukti yang cukup untuk disimpulkan.
Justru keberadaan kendaraan dan barang-barang korban yang masih utuh menjadi bagian dari teka-teki yang harus dijawab penyidik. Jika benar pembegalan, mengapa barang milik korban tidak raib?
Polisi belum menentukan apakah Harun menjadi korban tindak kekerasan atau mengalami kecelakaan tunggal. Dua kemungkinan itu masih terbuka, tetapi keduanya belum punya pijakan fakta yang memadai.
Identitas Harun diketahui dari Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan di dalam dompet korban. Polisi kemudian memastikan bahwa KTP tersebut memang milik pria 29 tahun asal Kampung Tanggulun, Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur itu.
Kanit Reskrim Polsek Sepatan Ipda Arqi Afiandi membenarkan bahwa KTP tersebut adalah milik korban. Ia menyatakan penyelidikan kini dilakukan secara gabungan lintas satuan.
"Benar itu KTP korban, lagi upaya gabungan, Polres dan Polda. Doain biar segera terungkap," kata Arqi saat dihubungi.
Polsek Sepatan bersama Polres Metro Tangerang Kota dan Polda Metro Jaya berupaya mengurai kejadian sebelum Harun ditemukan hingga penyebab kematiannya. Penyidik masih menelusuri sejumlah kemungkinan, termasuk apakah korban terjatuh sendiri atau ada peristiwa lain yang menyebabkan luka-luka di tubuhnya.
Jawaban atas teka-teki itu tidak bisa ditentukan dari rekaman warga maupun dugaan yang beredar di media sosial. Polisi meminta waktu untuk menyelesaikan penyelidikan secara menyeluruh.
Sampai penyelidikan memberikan jawaban, kematian Harun masih menyisakan ruang kosong: sebuah tubuh ditemukan terluka, barang-barang masih berada di tempatnya, tetapi peristiwa yang merenggut nyawanya belum sepenuhnya terungkap.