BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Selasa (20/10) karena masih berada dalam fase bearish setelah menembus ke bawah neckline 6.000. Sejumlah sekuritas menilai peluang pemulihan indeks masih terbatas selama level resistance belum berhasil direbut kembali.
Tim riset BRI Danareksa menilai tekanan jual terhadap IHSG belum mereda. Fase bearish yang berlangsung sejak breakdown dari neckline 6.000 membuat indeks rentan berlanjut turun. Indikator MACD juga masih berada di area negatif dengan momentum bearish yang menguat.
Secara teknikal, support Fibonacci berada di level 4.953 dan disusul 4.757. Jika area pertama ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka lebih lebar. Di sisi atas, 5.100 menjadi resistance awal, diikuti 5.340.
"Selama belum mampu merebut kembali area resistance, peluang pemulihan masih terbatas," tulis Tim Riset BRI Danareksa, dikutip Selasa (20/10).
Support merupakan area harga saham yang diyakini menjadi titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh level ini, harga umumnya berbalik naik karena pembelian meningkat. Sebaliknya, resistance adalah level harga yang dinilai sebagai titik tertinggi, tempat aksi jual biasanya membesar sehingga laju kenaikan tertahan.
Pelaku pasar masih mencermati reformasi lanjutan Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk rencana mengeluarkan 80 saham berkategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.
Kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, bukan delisting. Meski begitu, pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow.
BRI Danareksa merekomendasikan tiga saham untuk dicermati, yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menambahkan syarat lain. Jika sampai penutupan mingguan IHSG masih bertahan di level 4.737 atau lebih tinggi, rebound diharapkan muncul. Namun, rebound itu pun diperkirakan bersifat terbatas.
Ivan mematok support IHSG di 4.900, 4.767, dan 4.629, dengan resistance di 5.068, 5.167, dan 5.328. Indikator MACD masih menunjukkan momentum bearish.
Untuk pilihan saham, Ivan menjagokan INCO, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Penutup: Proyeksi pelemahan IHSG hari ini menegaskan posisi pasar yang belum keluar dari tekanan, dengan reformasi indeks BEI menjadi faktor yang menentukan arah capital inflow ke depan. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor, dan artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.