Pemkab Tangerang Klaim 70 Persen Jalan Sudah Diperbaiki, Sisa 300 Km Dikebut Tuntas Akhir 2026

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:01:01 WIB
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menyampaikan progres perbaikan jalan daerah.

TANGERANG — Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menyebut pihaknya terus mengebut penyelesaian sisa kerusakan jalan hingga akhir 2026. Dari total panjang ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemkab, sekitar 30 persen atau 300 kilometer masih dalam proses perbaikan.

Kerusakan paling parah terkonsentrasi di kawasan utara. Iwan menyatakan wilayah tersebut menjadi titik berat penanganan karena beban lalu lintas kendaraan berat yang tinggi.

Mengapa Jalan di Tangerang Utara Cepat Rusak

Menurut Iwan, kerusakan di kawasan utara dipicu ketidaksesuaian antara kelas jalan dan beban muatan kendaraan yang melintas. Truk besar dengan muatan melebihi kapasitas jalan mempercepat penurunan kualitas permukaan aspal.

Faktor cuaca turut memperburuk daya tahan konstruksi jalan. Kombinasi beban berlebih dan genangan air membuat perkerasan lebih cepat retak dan berlubang.

"Wilayah yang rusak terbanyak ada di wilayah utara, terutama yang sering dilintasi angkutan truk besar," kata Iwan di Tangerang.

1.096 Kilometer Jalan Jadi Tanggung Jawab Pemkab

DBMSDA Kabupaten Tangerang mengelola 1.096,26 kilometer ruas jalan. Angka 70 persen kondisi mantap berarti sekitar 767 kilometer sudah diperbaiki, sementara sisanya masih dikerjakan bertahap.

Iwan menegaskan proses pembangunan dan perbaikan jalan berjalan sesuai prosedur dengan pengawasan ketat. Pengerjaan fisik di lapangan terus diakselerasi agar tidak melewati batas waktu yang ditetapkan.

"Kami memastikan proses pembangunan dan perbaikan jalan terus berjalan sesuai prosedur serta dalam pengawasan ketat," ucapnya.

Dampak ke Mobilitas Warga dan Ekonomi Antarwilayah

Perbaikan jalan di Kabupaten Tangerang menyasar kelancaran mobilitas warga sekaligus konektivitas ekonomi antarwilayah. Kawasan utara yang berbatasan langsung dengan laut dan kawasan industri menjadi jalur utama distribusi barang.

Selama jalan rusak, angkutan barang dan kendaraan pribadi kerap memutar jalur atau memperlambat laju perjalanan. Kondisi itu menambah biaya operasional dan waktu tempuh warga yang melintas setiap hari.

Pemkab Tangerang berkomitmen menyelesaikan sisa target perbaikan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat. Target akhir tahun 2026 menjadi patokan penyelesaian.

"Jadi, kondisi mantapnya sudah 70 persen tinggal saat ini penyelesaian sisanya 30 persen lagi. Harapannya semua bisa terealisasi di akhir tahun nanti," kata Iwan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top