Pencarian

PAMA Gandeng SMKN 3 Tuban Kembangkan Gerobak Sampah Listrik, Sekolah Habiskan Dana Rp40 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:15:02 WIB
PAMA Gandeng SMKN 3 Tuban Kembangkan Gerobak Sampah Listrik, Sekolah Habiskan Dana Rp40 Juta
Peluncuran gerobak sampah listrik karya siswa SMKN 3 Tuban berlangsung di sela-sela ajang PAMA Safe School Challenge di Tuban, Jawa Timur.

BANTEN — Peluncuran gerobak sampah listrik ini berlangsung di sela-sela ajang PAMA Safe School Challenge yang diikuti 112 siswa di Tuban, Jawa Timur. Kompetisi tersebut mencakup tiga kategori, yaitu Safety Talk Competition, Safety Poster Campaign, dan Safety Quiz Battle.

Kepala SMKN 3 Tuban, Sholahuddin, menjelaskan bahwa kendaraan listrik tersebut murni hasil pekerjaan anak didiknya dan masih berada dalam tahap penelitian. Pihak sekolah belum berencana memproduksi massal sebelum desain dan formulasi teknisnya benar-benar matang.

"Saat ini kami masih fokus pada riset. Kalau nanti hasilnya sudah benar-benar matang, baru kami pikirkan langkah berikutnya, termasuk pengembangan lebih lanjut dan kemungkinan pengurusan hak paten," ujar Sholahuddin.

Riset Butuh Eksperimen Berulang

Dana Rp40 juta yang digelontorkan untuk proyek ini sebagian besar terserap untuk proses uji coba dan penyempurnaan desain. Sholahuddin mengakui bahwa tahap trial memaksa para siswa melakukan banyak eksperimen sebelum menemukan formulasi yang tepat.

"Karena masih tahap trial, kami harus melakukan banyak eksperimen. Mudah-mudahan setelah formulasi dan desainnya sudah tepat, biaya produksinya bisa jauh lebih efisien," jelasnya.

Penggunaan energi listrik pada gerobak sampah ini dipilih lantaran tidak menimbulkan polusi udara. Ke depan, sekolah menargetkan inovasi ini bisa diikutsertakan dalam kompetisi kendaraan listrik yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dukungan PAMA untuk Lingkungan Sekolah

Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, menegaskan bahwa dukungan terhadap inovasi ini merupakan wujud komitmen perusahaan membangun budaya keselamatan dan kepedulian lingkungan lewat jalur pendidikan. Menurutnya, program PAMA Safe School tidak hanya berisi edukasi tentang keselamatan kerja, tetapi juga mendorong lahirnya program lingkungan yang berdampak nyata.

"Dari sisi keselamatan kami memberikan edukasi kepada siswa dan guru. Sementara dari sisi lingkungan, kami bekerja sama dalam berbagai kegiatan, seperti pengolahan kompos dan penyediaan gerobak sampah. Program-program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sekolah," ujar Abdul Nasir.

Selain gerobak listrik, SMKN 3 Tuban juga mengembangkan program pengolahan kompos yang dikelola siswa. Limbah organik di lingkungan sekolah kini diubah menjadi produk bernilai ekonomi.

Berkat sinergi ini, SMKN 3 Tuban berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan kini tengah bersiap menuju Adiwiyata ASEAN. Sholahuddin berharap kolaborasi dengan PAMA terus berlanjut agar inovasi berbasis lingkungan semakin berkembang.

"Yang paling penting, anak-anak benar-benar memahami bahwa peduli lingkungan dan keselamatan bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Gerobak sampah listrik ini menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran di sekolah bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan," tutupnya.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks