BANTEN — Abdul Hamid, senator Riau, menekankan bahwa akses listrik masih menjadi pekerjaan rumah besar di provinsi ini. Ia mendorong PLN untuk tak hanya mengandalkan jaringan konvensional, tapi juga memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi cepat.
"Wilayah terpencil dengan kondisi geografis sulit harus mendapat perhatian. Energi baru terbarukan seperti PLTS bisa menjadi jawaban untuk mempercepat elektrifikasi," ujar Abdul Hamid dalam forum diskusi yang digelar di kantor PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, pekan lalu.
PLN Buka Data: Tantangan Akses dan Infrastruktur
General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, memaparkan kondisi terkini sistem kelistrikan di Riau. Ia mengakui bahwa program elektrifikasi desa masih menghadapi kendala klasik: medan berat dan akses jalan yang sulit ke lokasi terisolir.
"Kami butuh sinergi dengan pemerintah daerah dan pusat. Pembangunan infrastruktur di wilayah yang belum terjangkau jaringan tidak bisa dilakukan sendiri," kata Didik di hadapan rombongan DPD RI.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran PLN Group Regional Riau juga membeberkan progres penguatan sistem distribusi dan transmisi. Semua ini, kata Didik, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan listrik masyarakat Riau yang terus meningkat.
Dialog Konstruktif demi Keandalan Pasokan
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komite II DPD RI terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Abdul Hamid datang bersama tim untuk menginventarisir langsung materi pengawasan di lapangan.
Didik menyambut baik kedatangan para senator. "Masukan dari berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam upaya PLN terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan penyelenggaraan ketenagalistrikan berjalan sesuai amanat peraturan," ujarnya.
PLN Group Regional Riau berkomitmen memperkuat kolaborasi antarsatuan kerja dan pemerintah. Targetnya jelas: memperluas akses listrik, mengejar ketertinggalan elektrifikasi di desa-desa, dan mendorong roda ekonomi warga Riau.