SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah langsung turun ke desa-desa terdampak kekeringan imbas El Nino pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (17/8/2026). Kunjungan pertama menyasar Kampung Kuaron, Kecamatan Binuang, kemudian berlanjut ke Kampung Periuk, Kecamatan Carenang.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang akrab disapa Ratu Zakiyah itu menyalurkan bantuan air bersih dan paket pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Setiap kepala keluarga penerima mendapatkan jatah 30 kilogram beras.
"Hari ini, alhamdulillah di hari HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026 saya berkunjung di dua desa. Yang pertama kita ke Kampung Periuk, Kecamatan Carenang, dan sebelumnya Kampung Kuaron, Kecamatan Binuang," kata Zakiyah di sela-sela penyaluran air bersih di Carenang.
Status Siaga Darurat Ditetapkan untuk 7 Kecamatan
Pemkab Serang resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan menyusul meluasnya dampak musim kemarau. Penetapan ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
"Kami sudah tetapkan status siaga darurat bencana kekeringan karena memang sudah ada di beberapa kecamatan yang dilanda bencana kekeringan. Ada 6-7 kecamatan," ungkap Bupati.
Wilayah yang terdampak meliputi sejumlah desa di Kecamatan Tirtayasa, Carenang, Petir, Binuang, Baros, dan Ciomas. Status siaga darurat ini akan berlaku selama satu bulan ke depan dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Bupati Minta Warga Hemat Pakai Air Bersih
Dalam kesempatan itu, Ratu Zakiyah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak. Ia meminta para camat dan kepala desa untuk aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah jika dibutuhkan bantuan tambahan di wilayah masing-masing.
"Manfaatkan air dengan baik sehingga kalau misalnya nanti butuh bantuan lagi tadi saya sudah sampaikan ke Pak Camat dan Pak Kades silakan berkoordinasi dengan perangkat kami. Insya Allah segala upaya kami lakukan untuk warga kami," ujarnya.
Bupati mengakui penanganan kekeringan belum maksimal dan pemerintah daerah akan terus mencari solusi jangka panjang agar bencana serupa bisa diminimalisasi. Ia berharap musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung panjang tidak berkepanjangan di Kabupaten Serang.
"Kalau menurut BMKG musim kemarau akan panjang tapi mohon doanya dari semua semoga tidak berkepanjangan ya," tutupnya.