BANTEN — Kepastian hengkangnya Tijjani Reijnders diumumkan langsung oleh Manchester City melalui kanal media sosial resmi klub. Dalam pernyataannya, City menegaskan bahwa transfer pemain berusia 26 tahun itu berstatus permanen dan hanya menunggu proses izin internasional.
"Tijjani Reijnders telah bergabung dengan Al Qadsiah melalui kesepakatan permanen, dengan ketentuan menunggu izin internasional. Semoga sukses," tulis Man City di akun Instagram resmi mereka.
Alasan City Rela Melepas Gelandang Andalannya
Keputusan menjual Reijnders terbilang mengejutkan mengingat ia baru dikontrak pada musim panas lalu dengan durasi hingga 2030. Namun, dilansir dari Sport Bible, pelatih Enzo Maresca tidak memasukkan Reijnders ke dalam proyek jangka panjangnya di Etihad Stadium.
Maresca disebut menginginkan gelandang baru berprofil lebih ofensif. Nama Enzo Fernandez dari Chelsea menjadi target utama pelatih asal Italia tersebut, dan pendekatan kepada The Blues dikabarkan semakin mendekati kata sepakat.
Sambutan Meriah Al Qadsiah untuk Reijnders
Tak berselang lama setelah pengumuman City, Al Qadsiah langsung menyambut kedatangan pemain anyarnya itu dengan unggahan penuh gaya. Klub yang baru saja promosi ke kasta tertinggi sepak bola Arab Saudi ini menegaskan bahwa Reijnders adalah rekrutan spesial.
"Ada perekrutan yang benar-benar menyempurnakan segalanya. Bintang top satu ini milik kita," tulis Al Qadsiah lengkap dengan foto editan sang pemain di media sosial resmi klub.
Reijnders Jadi Rekrutan Termahal Al Qadsiah
Berdasarkan laporan pakar transfer Fabrizio Romano, nilai 60 juta pounds yang ditebus Al Qadsiah menjadi rekor transfer termahal dalam sejarah klub. Angka tersebut juga menjadi suntikan dana segar yang signifikan bagi Manchester City untuk mendanai pembelian Enzo Fernandez.
Dengan bergabungnya Reijnders, Al Qadsiah menunjukkan ambisi besar mereka untuk bersaing di papan atas Saudi Pro League. Kehadiran pemain yang sempat memperkuat timnas Belanda di level junior ini diharapkan mampu memberikan kualitas dan pengalaman internasional bagi skuad asuhan pelatih mereka.
Bagi Reijnders, petualangan baru di Arab Saudi menjadi babak berbeda dalam kariernya setelah sebelumnya malang melintang di kompetisi Eropa. Kepindahan ini juga menambah daftar pemain keturunan Indonesia yang berkarier di liga-liga Timur Tengah.