BANTEN — Jakarta — Antam tengah mengebut pembangunan fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik, Jawa Timur. Nilai investasinya mencapai Rp1,1 triliun dan sepenuhnya dibiayai serta dimiliki perseroan. Pabrik ini menjadi salah satu proyek strategis Antam untuk memperkuat rantai bisnis emas dari hulu ke hilir.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira menyebut fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memproduksi 30–40 ton emas per tahun. Angka itu jauh melampaui kapasitas manufaktur Antam saat ini.
“Salah satu pengembangan strategis utama kami adalah kami sedang membangun fasilitas manufaktur logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun,” ujar Arini dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Kapasitas Cetak 5 Juta Keping Emas per Tahun
Selain volume produksi, pabrik Gresik dirancang mencetak hingga 5 juta keping emas batangan dan koin emas per tahun. Kadar kemurnian produknya mencapai 99,99 persen — standar logam mulia kelas investasi.
Fasilitas ini akan menambah kemampuan manufaktur Antam yang selama ini melayani permintaan emas investasi domestik. Selama ini, sebagian produk emas Antam diproduksi melalui fasilitas yang kapasitasnya terbatas, sehingga pasokan kerap menyesuaikan permintaan pasar.
Pangsa Pasar Emas Domestik di Atas 60 Persen
Antam saat ini menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar emas domestik. Posisi itu ingin dipertahankan melalui sejumlah strategi: penguatan ketersediaan bahan baku, penambahan kapasitas manufaktur, pengembangan bauran produk, hingga perluasan akses pasar.
Bagi investor ritel, kehadiran pabrik baru ini berpotensi menjaga ketersediaan emas batangan di pasaran. Selama ini, produk emas Antam menjadi acuan harga emas investasi di dalam negeri, termasuk emas ukuran kecil yang paling dicari masyarakat.
Target Operasi Komersial 2028
Pabrik Gresik ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028. Artinya, masih ada sekitar dua tahun bagi Antam untuk menyelesaikan konstruksi dan uji coba produksi sebelum fasilitas ini berkontribusi penuh terhadap kinerja perseroan.
Proyek ini menjadi penanda arah Antam yang kian agresif di segmen hilir emas. Selama ini perseroan dikenal sebagai penambang nikel dan emas, namun bisnis pengolahan dan perdagangan logam mulia justru menjadi salah satu penyumbang pendapatan yang stabil.
Jika terealisasi sesuai jadwal, pabrik Gresik bisa memperkuat posisi Antam sebagai pemain utama emas investasi di pasar lokal — sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas pengolahan pihak ketiga.