Pencarian

Dindikbud Kota Serang Gelar Pawai Panjang Mulud, 40 Gugus Sekolah SD-SMP Ikut Meramaikan

Sabtu, 19 September 2026 • 08:02:32 WIB
Dindikbud Kota Serang Gelar Pawai Panjang Mulud, 40 Gugus Sekolah SD-SMP Ikut Meramaikan

SERANG — Ratusan pelajar tingkat SD dan SMP memadati rute pawai panjang mulud yang digelar Pemerintah Kota Serang melalui Dindikbud, Jumat 18 September 2026. Peserta tingkat SD memulai perjalanan dari Kantor RRI Banten, sementara pelajar SMP berangkat dari Sekretariat TTKKDH. Kedua rombongan bergerak bersama menuju Kantor Dindikbud Kota Serang sebagai titik akhir kegiatan.

40 Gugus Sekolah Tampilkan Kreasi Panjang Mulud

Sebanyak 40 gugus sekolah SD dan SMP se-Kota Serang terlibat dalam pawai tersebut. Setiap dua gugus digabungkan untuk membuat satu kreasi panjang mulud hasil kolaborasi antarsekolah. Kreasi itu kemudian dibawa dalam iring-iringan pawai sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri menyebut kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya membangun karakter siswa melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, empat sifat utama Rasulullah — siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah — dapat menjadi nilai yang ditanamkan kepada peserta didik. Nilai itu dinilai sejalan dengan visi Kota Serang Cerdas.

"Merefleksikan cinta kepada Nabi Muhammad memiliki banyak ragam. Mudah-mudahan melalui acara ini wujud Kota Serang Cerdas bisa segera diimplementasikan, dan Bapak Wali Kota bisa mengambil hikmah dalam visi besar beliau di Kota Serang," ujar Nuri.

Mengapa Tradisi Ngeropok Perlu Terus Dikenalkan ke Pelajar

Nuri menilai tradisi ngeropok atau panjang mulud perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kota Serang.

Menurutnya, pendidikan kepada siswa tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pemahaman terhadap budaya lokal juga perlu diberikan agar siswa memiliki kecerdasan kultural dan memahami nilai yang terkandung dalam tradisi masyarakat.

"Untuk siswa di Kota Serang, pendidikan bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan mengamalkan dan ikut serta melestarikan kebudayaan daerah," katanya.

Nuri menambahkan, tradisi ngeropok juga memiliki nilai sosial yang dapat dikenalkan kepada siswa, terutama melalui aktivitas berbagi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

"Tradisi ngeropok ini sarat dengan nilai berbagi dan silaturahmi di antara sesama manusia," tambahnya.

Pengajian Rutin Bulanan hingga Tabligh Akbar

Selain kegiatan Maulid dan pelestarian budaya, Dindikbud Kota Serang memprogramkan pengajian rutin setiap bulan bagi guru dan kepala sekolah. Kegiatan itu menjadi bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan pendidikan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan tausiah dari KH Ahmad Rofiuddin bin Abuya Mufassir. Melalui kegiatan keagamaan dan kebudayaan tersebut, Dindikbud berharap pembinaan siswa dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai sosial dan budaya daerah.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks