Hutama Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 12:17:27 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak dikebut oleh Hutama Karya untuk kesiapan tahun ajaran baru.

PANDEGLANG — PT Hutama Karya (Persero) melakukan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) secara serentak di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten. Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan siswa pada tahun ajaran baru mendatang.

Penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis ini menempatkan Hutama Karya sebagai pelaksana konstruksi sekaligus pengendali percepatan lintas wilayah. Program tersebut menjadi salah satu agenda prioritas nasional dalam sektor pendidikan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebaran Proyek Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak

Di Provinsi Banten, pembangunan difokuskan pada wilayah yang membutuhkan perluasan akses pendidikan, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Proyek ini bertujuan memberikan standar fasilitas yang setara dengan sekolah formal di perkotaan.

Selain di Banten, proyek serupa tengah berjalan di DKI Jakarta, Sulawesi Barat (Mamuju dan Polewali Mandar), serta Maluku Utara (Halmahera Barat dan Halmahera Utara). Meskipun karakteristik geografis antarwilayah berbeda, Hutama Karya menerapkan standar mutu bangunan yang seragam di seluruh lokasi.

Manajemen menekankan bahwa eksekusi serempak ini menuntut ketepatan pengendalian lapangan yang tinggi. Koordinasi intensif dilakukan agar mobilisasi sumber daya manusia dan material tidak terhambat kendala logistik di tiap daerah.

Fasilitas Lengkap Mulai Asrama Hingga Rumah Susun Guru

Kawasan Sekolah Rakyat dirancang sebagai pusat pendidikan terintegrasi yang tidak hanya terdiri dari ruang kelas. Setiap lokasi dilengkapi dengan bangunan sekolah, asrama siswa, rumah susun untuk guru, hingga masjid sebagai sarana ibadah.

Infrastruktur penunjang lainnya mencakup gedung serbaguna, kantin, dan gudang yang dibangun dalam satu kawasan fungsional. Kelengkapan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal sejak hari pertama operasional.

Percepatan konstruksi tidak hanya mengejar progres fisik, tetapi juga memastikan seluruh sistem pendukung bangunan berfungsi baik. Hutama Karya menargetkan seluruh sarana dapat menjawab kebutuhan operasional pendidikan tanpa kendala teknis saat diserahterimakan.

Strategi Percepatan Konstruksi dan Pengawasan Mutu

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyatakan bahwa perusahaan menjalankan pekerjaan secara paralel di seluruh titik lokasi. Skema kolaborasi operasi diterapkan di beberapa wilayah untuk menjaga kelincahan pelaksanaan di lapangan.

"Tantangan utama bukan hanya membangun di banyak titik sekaligus, melainkan memastikan seluruh lokasi bergerak dalam standar mutu dan target fungsi yang sama agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," ujar Hamdani.

Hutama Karya memperketat pengawasan mutu dan aspek keselamatan kerja (K3) meski berada dalam fase percepatan. Hal ini dilakukan agar durasi pengerjaan yang singkat tidak mengurangi kekuatan struktur bangunan maupun keamanan fasilitas pendidikan tersebut.

Dampak Pemerataan Kualitas Sumber Daya Manusia

Kehadiran Sekolah Rakyat di Banten diharapkan mampu memangkas kesenjangan akses pendidikan di wilayah pelosok. Program ini menyasar masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan dalam menjangkau layanan pendidikan berkualitas.

Melalui infrastruktur yang merata, pemerintah berupaya mendekatkan negara ke ruang-ruang belajar anak-anak di daerah. Pembangunan ini menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal maupun nasional.

Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian PU. Perusahaan memastikan kesiapan fungsional setiap gedung agar proses transisi menuju tahun ajaran baru berjalan lancar bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Reporter: Redaksi
Back to top