TANGERANG SELATAN — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprakirakan cuaca ekstrem akan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten selama sepekan ke depan. Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengonfirmasi bahwa kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang terpantau aktif di wilayah barat Indonesia.
Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) terdeteksi sedang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di langit Banten. Munculnya sirkulasi siklonik di sebelah barat Bengkulu turut memicu perlambatan angin serta pertemuan massa udara di Jawa bagian barat.
"BMKG mencatat adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten," ujar Hartanto pada Selasa (4/5/2026).
Faktor lokal berupa labilitas atmosfer memperkuat pembentukan awan hujan secara cepat. Kondisi tersebut membuat intensitas hujan bisa berubah dalam waktu singkat dari kategori sedang menjadi sangat lebat disertai kilat atau petir.
Pada periode 3–5 Mei 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprediksi mengguyur Kabupaten Pandeglang bagian selatan dan Lebak bagian tengah serta selatan. Wilayah urban seperti Kabupaten Tangerang bagian selatan dan Kota Tangerang Selatan juga masuk dalam zona waspada.
Intensitas hujan sedang hingga lebat diperkirakan meluas ke Kabupaten Serang, Kota Serang, serta sebagian besar wilayah Tangerang lainnya. Memasuki 6–8 Mei 2026, konsentrasi hujan diprakirakan masih bertahan di Pandeglang bagian utara, Lebak, dan Tangerang Selatan.
Ancaman tidak hanya datang dari langit, tetapi juga dari perairan selatan Banten. BMKG mengeluarkan peringatan tinggi gelombang laut kategori sedang yang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi gelombang ini berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, dan perairan selatan Lebak. Nelayan serta pelaku aktivitas laut diimbau untuk memperhatikan keselamatan pelayaran selama cuaca buruk berlangsung.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang. Langkah antisipatif mandiri perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
BBMKG mengimbau warga memastikan saluran air tidak tersumbat dan segera mengamankan barang-barang penting. Hindari wilayah rawan bencana saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.
"Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya," pungkas Hartanto.