SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni, meninjau langsung implementasi Program Penerapan Modernisasi Pertanian Area Spesifik (PM-AAS) di lahan seluas 100 hektare yang berlokasi di Kecamatan Kasemen. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui penggunaan teknologi mesin pertanian terbaru.
Andra Soni menyampaikan bahwa modernisasi adalah kunci agar sektor pertanian Banten tetap kompetitif. Saat ini, Provinsi Banten menempati urutan kedelapan sebagai produsen padi nasional. Melalui program PM-AAS, pemerintah daerah berharap produktivitas lahan di wilayah pesisir Serang ini bisa melampaui rata-rata panen konvensional.
"Adanya modernisasi dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dan kesejahteraan petani. Kami berharap program ini memperkuat Banten sebagai penyangga pangan nasional," ujar Andra Soni saat melakukan penanaman simbolis menggunakan mesin drum seeder di Kelurahan Margaluyu, Rabu (6/5/2026).
Program PM-AAS di Kecamatan Kasemen ini melibatkan 90 petani yang tergabung dalam empat kelompok tani, yakni Poktan Sri Bunga Ambon 1, Sri Bunga Ambon Jaya, Sri Mekar di Kelurahan Margaluyu, serta Poktan Masyarakat Guyub 1 di Kelurahan Kilasah. Target yang dipatok cukup ambisius, yakni mencapai hasil panen 10 ton per hektare.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan, Dr. Husnain, menjelaskan bahwa Banten menjadi satu dari 15 lokasi percontohan nasional. Jika penanaman di Kasemen ini terbukti sukses meningkatkan hasil panen secara signifikan, skema PM-AAS akan diadopsi sebagai model nasional oleh Kementerian Pertanian.
Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, Andry Polos, menambahkan bahwa sistem ini memangkas waktu kerja petani secara drastis. Penggunaan alat Tanam Benih Langsung (Tabela) yang ditarik traktor roda dua membuat petani tidak perlu lagi melewati tahap persemaian dan pindah tanam yang memakan waktu dan biaya tenaga kerja.
Implementasi PM-AAS di Banten mengacu pada enam prinsip utama untuk memaksimalkan potensi lahan datar di wilayah Serang:
Selain bantuan teknologi, para petani di lokasi program juga menerima dukungan sarana produksi. Ditjen Tanaman Pangan Kementan menyalurkan 10 ton benih unggul, sementara Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) memberikan tambahan kuota pupuk subsidi jenis NPK dan Urea.
Kerja sama lintas sektor ini juga mencakup pemberian 2 ton pupuk Petroganik gratis untuk setiap penebusan 1 ton pupuk oleh petani. BRMP Banten turut memfasilitasi penggunaan drone untuk pemupukan dan penyemprotan, serta penyediaan herbisida dari pihak swasta untuk mencakup area seluas 7 hektare sebagai tahap awal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Dr. Nasir, serta perwakilan dari Polda Banten dan Danrem 064/MY untuk memastikan pengawalan program ketahanan pangan ini berjalan lancar di lapangan.