TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang membidik podium tertinggi untuk cabang olahraga sepak bola putri pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026 mendatang. Upaya mengejar medali emas ini dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap progres para atlet yang saat ini tengah digembleng dalam program latihan khusus.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar performa tim mencapai titik maksimal. Fokus utama saat ini terletak pada pemantauan kualitas individu dan kolektif tim selama masa persiapan di lapangan.
Tim sepak bola putri Kota Tangerang kini rutin menjalani Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab) yang dipusatkan di Stadion Mini Cipondoh. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap aspek, mulai dari ketahanan fisik hingga strategi permainan, terpantau langsung oleh tim kepelatihan dan ofisial Dispora.
“Kami terus memantau ketat persiapan tim. Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh agar tim sepak bola putri kita berada dalam kondisi terbaik saat bertanding. Target kita jelas, yakni meraih medali emas,” tegas Kaonang, Jumat (08/05/2026).
Target emas ini bukan tanpa alasan. Pemkot Tangerang ingin menunjukkan dominasi mereka dalam ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut, terlebih setelah persiapan panjang yang telah dilakukan sejak dini.
Langkah serius Dispora Kota Tangerang kali ini juga dipicu oleh kondisi pada PORPROV VI tahun 2022 lalu. Saat itu, cabang sepak bola putri gagal dipertandingkan akibat minimnya partisipasi dari daerah lain, di mana hanya Kota Tangerang yang tercatat memiliki tim siap tanding.
Menyikapi hal tersebut, Dispora menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) Banten. Kerja sama ini bertujuan untuk menggairahkan kembali ekosistem sepak bola putri di wilayah Banten agar kompetisi pada 2026 mendatang di Kota Tangerang Selatan berjalan lebih kompetitif.
“Saat ini ASBWI Banten terus menyosialisasikan sepak bola putri ke kota dan kabupaten lain di Banten serta mendorong PSSI setempat untuk membentuk tim. Kami ingin iklim kompetisi kali ini jauh lebih hidup dan kompetitif,” kata Kaonang.
Dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi lintas instansi, Kota Tangerang optimistis mampu mengamankan posisi juara umum pada cabang olahraga ini sekaligus meningkatkan standar prestasi sepak bola putri di level regional.