CIPUTAT — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota tersebut tidak terlepas dari kontribusi pondok pesantren. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren se-Kota Tangsel dan Pengukuhan Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Periode 2025-2030.
Acara tersebut digelar di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Ciputat. Menurut Pilar, peran pesantren semakin relevan di tengah perkembangan zaman yang kian kompleks.
“Kami melihat pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pesantren semakin relevan. Kami sebagai pemerintah daerah merasa sangat terbantu oleh keberadaan pondok pesantren selain sekolah formal,” ujar Pilar.
Sejalan dengan motto Kota Tangsel sebagai kota cerdas, modern, dan religius, pemerintah kota tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Pilar menyebut, pihaknya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai mendorong pembelajaran kitab kuning secara bertahap di sekolah-sekolah formal.
Program ini dimulai dari materi dasar yang mudah dipahami siswa. “Kami mulai mendorong pembelajaran kitab kuning sejak sekolah dasar. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem pesantren, Pemerintah Kota Tangsel juga mengalokasikan beasiswa bagi para santri. Beasiswa tersebut mencakup jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Selain itu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan Baznas, Pemkot Tangsel menyalurkan beasiswa khusus bagi para penghafal Al-Qur’an. Program ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik sekaligus memiliki fondasi moral dan keagamaan yang kuat.