TANGERANG — Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyebutkan stok cabai merah dan minyak goreng dalam kondisi aman. Namun, tekanan harga mulai terlihat karena permintaan pasar meningkat memasuki hari raya dan libur panjang.
"Kami sudah lakukan pemantauan, stok cabai dan minyak goreng dalam kondisi tersedia dan aman. Namun adanya peningkatan karena permintaan," ujarnya di Tangerang, Kamis.
Dari data yang dihimpun, komoditas pangan yang menyumbang inflasi tertinggi adalah cabai merah sebesar 10,26 persen, disusul minyak goreng sebesar 3,98 persen. Sementara itu, sektor non-pangan didominasi oleh angkutan udara yang mencatat inflasi hingga 14,55 persen.
Pemkot Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindagkop akan menggelar pasar murah di sejumlah titik. Pengawasan lapangan juga diperketat untuk memastikan tidak ada pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menginstruksikan tim gabungan untuk menyasar semua lini distribusi. Tujuannya, memastikan ketersediaan pangan terpenuhi sekaligus mencegah praktik penimbunan yang bisa memicu lonjakan harga.
"Kita juga melakukan uji tera timbangan di pasar dalam memastikan tak ada kerugian yang dialami konsumen saat membeli barang sebab timbangan yang dipakai sudah sesuai," ujar Maryono.
Pemerintah kota mengimbau warga untuk tidak membeli kebutuhan secara berlebihan. Stok pangan dinilai mencukupi sehingga pembelian dalam jumlah besar justru berpotensi memicu kenaikan harga buatan.
"Ini juga strategi dalam menjaga daya beli masyarakat. Sejauh ini kami pastikan semuanya masih terkendali dengan baik," kata Ruta.